iklan zonasultra

Distanak Sultra Siap Sukseskan Program 100 Hari Mentan

Distanak Sultra Siap Sukseskan Program 100 Hari Mentan
RAPAT- Kegiatan rapat koordinasi antara Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta perwakilan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) yang ada di kabupaten/kota, Senin (18/11/2019) di Aula Kantor Distanak Sultra. (ILHAM SURAHMIN/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) siap mensukseskan program 100 Menteri Pertanian (Mentan). Ada dua program yakni pembentukan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostra Tani) yang berpusat di Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) setiap kabupaten dan pertanian masuk sekolah.

Plt Kadistanak Provinsi Sultra Ari Sismanto mengatakan, banyak manfaat yang bakal didapatkan petani melaui program tersebut. Salah satunya akan disediakan database elektronik (IT base) oleh pemerintah sebagai alat kontrol pengimplementasian program pertanian dari Kementan dan pemerintah setempat. Database IT itu akan terpantau dari pusat hingga ke daerah bahkan sampai ke Presiden.

“Jadi di situ apa-apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan petani bisa kita langsung respon karena terhubung hingga ke pusat,” ungkap Ari Sismanto usai melaksanakan pertemuan dengan perwakilan pemerintah kabupaten/kota di Kantor Distanak Sultra, Senin (18/11/2019) sore.

Melalui Kostra Tani itu diharapkan pembinaan secara efektif hingga tingkat terbawah BPP dapat berjalan dengan baik. Nantinya untuk di kabupaten akan ada Kostrada, di provinsi Kostrawil dan di pusat Kostranas.

(Baca Juga : Suryati Raeba Jadi Plt Kadis Distanak Sultra)

Tahun 2019 rencananya akan ada 25 BPP yang menjadi proyek awal dari Kementan
untuk di Sultra dari total 277 BPP yang ada. Tak hanya itu, program pertanian masuk sekolah pun menjadi hal disiapkan oleh Pemprov Sultra guna mendukung program Mentan.

Ini bertujuan untuk menjaga regenerasi pelaku pertanian yang ada di Sultra. Sebab, saat ini peminat pekerja di bidang pertanian sudah semakin berkurang.

“Jadi kita ingin anak SD hingga SMA itu punya ketertarikan di bidang pertanian dan menjadi pelaku pertanian itu bukan pekerjaan yang tidak menjanjikan,” ujarnya.

Bahkan, pertanian dapat dijadikan dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Misalnya saja, gerakan pramuka yang dilibatkan dalam proses penanaman, pemeliharaan hingga panen hasil pertanian.

(Baca Juga : Distanak Sultra Gagas Penyuluhan Dengan Menyasar Generasi Muda)

Langkah awal proyek 2019 pertanian masuk sekolah akan dilakukan di dua sekolah yang ada di Konawe yakni Wawatobi dan Uepai. Dua sekolah tersebut dinilai sudah memiliki kesiapan, akan tetapi sekolah dan BPP lain pun diharapkan untuk segera berbenah untuk mendukung program ini.

“Namanya gerakan step by step jadi kita mulai dari yang ada dulu, tapi yang lain harus sudah bersiap dan berbenah. Jangan sampai meski tidak masuk mereka sudah siap kita siap dukung itu,” katanya.

Rencananya kedua program ini akan diluncurkan secara nasional di Sultra oleh Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL). (B)

 


Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib