iklan zonasultra

Disurati KPK, Bupati Konsel Ingatkan Kepala Desa

Disurati KPK, Bupati Konsel Ingatkan Kepala Desa
PELANTIKAN - Bupati Konsel Surunuddin Dangga saat melantik 13 pejabat kepala desa di Auditorium Kantor Bupati Konsel, Jumat (28/2/2020). (ERIK ARI PRABOWO/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,ANDOOLO– Bupati Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra), Surunuddin Dangga mengaku telah disurati KPK baru-baru ini terkait penilaian kinerja pemerintah daerah. Ia mengaku kaget melihat hasil penilaian di sektor pengelolaan Dana Desa (DD) yang masih berada di angka 58 persen.

Dengan adanya penilaian yang demikian, Surunuddin mengingatkan para kepala desa (kades) di wilayah Konsel untuk bertanggung jawab. Hal itu diungkapkan Surunuddin saat menlantik 13 kepala desa terpilih hasil pemilihan kepala desa serentak pada 24 Desember 2019 lalu. Pelantikan ini dilaksanakan di Auditorium Kantor Bupati Konsel, Jumat (28/2/2020).

Membahas hasil penilaian tersebut, Surunuddin menyerukan agar para kepala desa di daerah itu terus meningkatkan pengelolaan DD. Dia meminta pengelolaan anggaran harus dijalankan sesuai dengan aturan dan para camat agar meningkatkan fungsi pengawasannya terhadap jalannya pemerintahan di tingkat desa.

iklan zonasultra

“Karena saya kemarin kaget, kok nilainya semua unsur pemerintahan di sini, di segi pelayanan dan lainya sudah di angka 80 persen. Ternyata, DD yang menarik kita turun, menurut hitungan KPK masih 58 persen ini agar menjadi perhatian para kades termasuk yang baru saja dilantik,” kata Surunuddin.

Ia menjelaskan, rating penilaian kinerja pemerintah daerah Konsel terus mengalami peningkatan secara terus menerus, baik di tingkat penilaian WTP, Ombusdman, KPK, termasuk penilaian SAKIP baru-baru ini diraih Pemkab Konsel dengan predikat B yang diserahkan oleh MenPAN RB Tjahjo Kumolo di Yogyakarta.

Disurati KPK, Bupati Konsel Ingatkan Kepala Desa“Karena DD kita masih tertahan di predikat B, kalau tidak kita sudah bisa meningkat kemarin. Penilaian ini semua terkait, jadi kalau ada satu desa saja bermasalah, RT juga sampai pada penilaian pada kinerja pemerintah daerah, karena semua terintegrasi dari bawah,” terangnya.

Untuk meningkatkan penilaian itu, mantan Ketua DPRD Konsel ini menyarankan agar para kades yang baru dilantik tak melulu membangun struktur pemerintahan yang diisi oleh keluarga.

“Jangan lagi dirombak, bendahara yang sudah paham aplikasi keuangan agar dipertahankan, aparat yang kerjanya bagus terus diberdayakan, jangan karena pertimbangan keluarga, biar tidak bisa kerja dipaksakan jadi aparat, hasilnya seperti ini, mempengaruhi penilaian kita,” kesalnya.

Untuk diketahui, total ada 128 desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak yang tersebar pada 24 Kecamatan. Sebelumnya, 115 kades terpilih telah dilantik Bupati Konsel secara bertahap, pelantikan sisa 13 kades kali ini karena pejabat lama baru saja berakhir hari ini masa jabatannya. (B)

 


Kontributor: Erik Ari Prabowo
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib