Honda

Doa untuk Dua Mahasiswa UHO di Sela Pelantikan Anggota DPRD Sultra

Doa untuk Dua Mahasiswa UHO di Sela Pelantikan Anggota DPRD Sultra
INTERUPSI - Anggota DPRD Sultra Muh. Endang SA saat menyampaikan interupsi di sela acara pelantikan anggota DPRD Sultra periode 2019-2024, di ruang paripurna DPRD, Senin (7/10/2019). Dalam interupsi itu, Endang meminta Ketua Sementara Abdurrahman Shaleh memanjatkan doa kepada dua mahasiswa UHO yang meninggal saat unjuk rasa. (Ramadhan Hafid/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) masa bakti 2019-2024 resmi dilantik di ruang paripurna DPRD Sultra, Senin (7/10/2019). Total ada 45 orang yang mengemban tugas sebagai wakil rakyat untuk lima tahun ke depan.

Di tengah acara, ketika Ketua Sementara DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh hendak menyampaikan sambutan tiba-tiba anggota DPRD Sultra, Muh. Endang SA melakukan interupsi.

Endang meminta Abdurrahman Shaleh memanjatkan doa untuk dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang meninggal saat melakukan demonstrasi menolak sejumlah rancangan undang-undang (RUU) dan UU KPK di DPRD Sultra, Kamis (26/9/2019) lalu.

iklan zonasultra

Baca Juga : Ini Nama-nama 45 Anggota DPRD Sultra yang Dilantik

Sebab kata dia, tanpa perjuangan pemuda dan mahasiswa tidak akan mungkin ada reformasi, dan mungkin para anggota DPRD yang baru dilantik tidak akan menjadi anggota DPRD seperti saat ini.

“Izin pak ketua mungkin sebelum dilanjutkan, kita mengirimkan doa dan menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya adik-adik mahasiswa, Immawan Randi dan Yusuf Kardawi,” kata Endang, di hadapan anggota DPRD dan tamu undangan.

Selain itu, Ketua DPD Demokrat Sultra ini juga meminta Kapolda Sultra secepatnya mengusut pelaku penembak dua mahasiswa yang meninggal.

“Saya berterima kasih kepada Kapolda Sultra atas komitmen dalam menyelesaikan kasus penembakan yang mengakibatkan dua mahasiswa meninggal. Semoga kasus ini secepatnya dapat diselesaikan,” ujarnya.

Terakhir, Endang meminta Gubernur Ali Mazi membatu korban kerusuhan Wamena asal Sultra yang telah kembali ke daerahnya masing-masing.

“Saya dengar 17 orang pengungsi dari Wamena, Papua, tiba di Kota Baubau, Sultra pada Sabtu (5/10/2019) kemarin. Terdiri dari 9 warga Kabupaten Muna dan Muna Barat, dan 7 warga serta seorang balita dari Kota Baubau. Saya harap pemerintah provinsi dapat membantu mereka, apalagi saya lihat di sini ada Bupati Muna Barat. Saya harap pak bupati bisa membantu warganya,” ungkapnya.

Baca Juga : Ratusan Mahasiswa Teknik Kembali Kepung DPRD Sultra

Mendengar interupsi yang disampaikan Endang, Ketua Sementara DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh langsung mengajak seluruh anggota DPRD Sultra dan tamu undangan mengirimkan Alfatiha kepada dua mahasiswa UHO yang meninggal, yakni Randi dan Yusuf.

Sementara terkait korban kerusahan Wamena, kata Abdurrahman Shaleh, dirinya sudah melakukan rapat dengan Gubernur Ali Mazi terkait persoalan bantuan yang akan diberikan.

Sebutnya, pemprov tidak akan mungkin berdiam diri terkait persoalan ini, apalagi berkaitan dengan persoalan kemanusiaan.

“Saya mengajak kepada 45 anggota DPRD dan tamu undangan untuk mengirimkan Alfatiha kepada almarhum Randi dan Yusuf, semoga amal ibadah mereka diterima disisi Allah SWT, dan semoga kasus ini dapat segera diselesaikan oleh pihak Polda Sultra,” kata Abdurrahman Shaleh. (A)

 


Kontributor : Ramadhan Hafid
Editor : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib