Doakan Baubau, AS Tamrin Ziarah ke Makam Sultan Buton Pertama

Doakan Baubau, AS Tamrin Ziarah ke Makam Sultan Buton Pertama
ZIARAH - Wali Kota Baubau AS Tamrin melakukan Santiago atau ziarah ke makam Sultan Buton pertama, Murhum. Ziarah tersebut bertujuan memanjatkan doa keselamatan untuk Kota Baubau. (CR3/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Usai memperingati hari jadi Baubau ke-477 dan HUT Baubau ke-17, Wali Kota Baubau AS Tamrin melakukan Santiago atau ziarah ke makam Sultan Buton pertama, Murhum. Ziarah tersebut bertujuan memanjatkan doa keselamatan untuk Kota Baubau.

Dalam melakukan prosesi adat ini, Walikota Baubau AS Tamrin didampingi Ketua DPRD Baubau Kamil Adi Karim, anggota DPD RI Waode Hamsina Bolu, Sekot Baubau Roni Muchtar dan sejumlah kepala SKPD lainnya.

iklan zonasultra

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Baubau, H. Idrus Taufik Saidi dalam rilisnya mengatakan prosesi Santiago ini merupakan salah satu rangkaian hari jadi Baubau dan HUT Baubau. Santiago, kata dia, lebih kepada napak tilas mengenang apa yang telah dilakukan sejak zaman dulu.

“Ini dilakukan sejak dulu, mulai dari zaman kerajaan terus zaman kesultanan hingga saat ini, ritual ini tetap dipertahankan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan Santiago mengandung makna memanjatkan doa keselamatan dan berharap negeri ini menjadi lebih baik lagi dalam penuturannya.

Dalam sejarahnya, ritual Santiago ini hampir seperti tradisi nyekar (ziarah ke makam keluarga sebelum bulan Ramadan) pada umumnya di pelbagai daerah di Indonesia. Namun dalam ritualnya para pemimpin di negeri ini berjalan kaki dari rumah atau istana menuju ke tempat ziarah makam sambil diiringi tari-tarian khas Buton sepanjang perjalanan.

“Seperti kita saksikan, prosesi doa dan Santiago ini dilakukan dengan iring-iringan Galangi (tarian khas kerajaan Buton) sampai dengan selesai pembacaannya. Tidak ada maksud lain, intinya adalah ziarah kubur dengan harapan negeri kita, terkhusus Kota Baubau dapat dijauhkan dari segala macam bencana,” tukasnya.

Murhum alias Lakilaponto atau dikenal juga Haluoleo, merupakan Raja terakhir yang juga sultan pertama di peradaban Kerajaan Buton. Makam Sultan Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis mempunyai panjang sekira 5 meter, tepat berada di bawah pohon beringin besar.

Lokasi Makam Sultan Murhum berada tak jauh dari Masjid Agung Keraton Buton yang berada di dalam benteng Keraton Buton. Makam Sultan Murhum merupakan salah satu wisata religi yang dilakukan para wisatawan untuk mengenal Sultan Murhum dari dekat.

Sultan Murhum memerintah Kerajaan Buton selama 26 tahun dan menjadi sultan yang mendapat pengakuan Sultan Rum dari Kesultanan Turki di tahun 1558 Masehi. (B)

 


Reporter: CR3
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib