iklan zonasultra

DPP Demokrat : Kampanye Daring dan Medsos Lebih Efektif di Masa Pandemi

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Andi Nurpati
Andi Nurpati

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Andi Nurpati mengingatkan seluruh kader dan calon kepala daerah (Cakada) bertarung di 7 kabupaten agar memaksimalkan kampanye dalam jaringan (Daring).

Hal itu disampaikan saat bertandang di Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadiri konsolidasi pemenangan Pilkada yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sultra di salah satu hotel di Kendari, Senin (16/11/2020).

Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ini mengatakan, musim Covid-19 sangat dibatasi kampanye. KPU meniadakan kampanye rapat umum atau kampanye akbar, tetapi membolehkan kampanye di dalam ruangan.

“Yang efektif adalah Medsos. Bantu semua viralkan di media sosial, itu bisa. Kemudian kampanye daring, itu juga sangat efektif, tidak harus Endang, tetapi juga tim yang lain. Kita harus punya cara yang berbeda dengan pilkada sebelumnya dengan adanya pandemi ini,” tegas Andi Nurpati.

Meski begitu, Andi melihat 7 kabupaten di Sultra ini banyak wilayah pelosok yang tidak bisa menggunakan metode digital karena faktor internet dan masyarakat yang masih awam menggunakan gawai. Sehingga, kampanye daring lebih diprioritaskan kepada pemilih yang melek teknologi dan wilayah yang memiliki jaringan internet.

“Maka kabupaten yang jauh nyebrang laut disesuaikan dengan kondisinya masing-masing, bisa door to door, mengumpulkan tokoh-tokohnya, pion-pionnya yang di kampung itu, atau di beberapa tempat di buatkan pertemuan dengan dibatasi 50 orang,” ujar dia.

Ia menegaskan, 23 hari menjelang Pilkada 9 Desember 2020, partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono itu, di Sultra butuh strategi dan taktik yang tepat, cepat, efektif dan efisien untuk memenangi kontestasi politik lima tahunan.

Menurut dia, Pilkada tidak semata-mata harus menyiapkan logistik yang besar. Ada banyak orang yang menyiapkan logistik yang besar tetapi tidak mampu memenangkan pertarungan, baik itu Pilkada maupun Pileg.

“Karena itu sangat diperlukan update data informasi, kondisi untuk bisa memenangkan pertarungan Pilkada ini. Makin ke sana harus dilihat lagi strategi, sudah benar atau belum cara yang diambil, teknik, manufer yang dilakukan,” pungkas dia. (a)

 


Reporter: Fadli Aksar
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib