iklan zonasultra

Dua Ekor Sapi Kurban Dijarah Maling di Kendari, Tersisa Hanya Usus

Dua Ekor Sapi Kurban Dijarah Maling di Kendari, Tersisa Hanya Usus
PENCURIAN SAPI - Mustari (55) tampak sedih melihat bekas sapi miliknya usai dijarah maling di sebuah kandang, Jalan Banawula Sinapoy, tepatnya di samping gerbang masuk BTN Batumarupa, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (28/7/2020). (Fadli Aksar/ZONASULTRA)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Dua ekor sapi yang rencananya disembelih pada hari raya iduladha nanti, hilang dijarah maling di dalam sebuah kandang Jalan Banawula Sinapoy, tepatnya di samping gerbang masuk BTN Batumarupa, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (28/7/2020).

Para pencuri diduga lebih dari lima orang tersebut, hanya menyisakan bagian organ dalam sapi seperti usus dan seekor sapi yang masih terliit ikatan tersambung di sebuah pohon di dalam kandang yang dipagari beton itu.

Pemilik sapi Mustari (55) mengaku, ternak peliharaannya tersebut telah dipesan dan dilunasi oleh warga. Satu ekor sapi dibanderol dengan harga Rp 10 juta. Akibat peristiwa itu, ia terpaksa mengembalikan uang senilai Rp 20 juta ke pembeli.

“Saya tahu setelah selesai salat subuh, dari tiga ekor yang saya ikat, sisa satu ekor. Tinggal ususnya yang disimpan, sepertinya dikerja di dalam dan dilakukan lebih lima orang karena cepat sekali,” ungkap Mustari saat ditemui di kandang sapi itu.

Ia menduga, para penjarah masuk melalui tembok yang bersebelahan jalan menuju BTN Batumarupa. Mereka naik ke pagar dengan bertumpu pada bak sampah tepat berada di samping tembok pagar.

Pasalnya, di tembok bagian dalam, ada sebuah tong persegi empat yang terbuat dari papan sebagai penyangga untuk turun ke dalam pagar tembok setinggi kurang lebih 1,5 meter. Mustari telah melaporkan kajdian itu ke Kepolisian Sektor (Polsek) Poasia.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Poasia AKP Slamet Budiono membenarkan Mustari telah membuat laporan ke korps bhayangkara itu. Ia mengaku bakal segara menindaklanjuti laporan itu.

“Kami akan memeriksa saksi-saksi, mulai dari saksi korban, dan yang saksi warga yang ada di sekitar itu. Kami juga akan mengumpulkan bukti-bukti, tapi sampai saat ini belum ada yang kami curigai siapa pelakunya,” ujar AKP Slamet di Mapolsek Poasia, Selasa (28/7/2020). (a)

 


Reporter : Fadli Aksar
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib