iklan zonasultra

Dua Pengawas Pemilu di Sultra Meninggal, 23 Orang Jatuh Sakit

Dua Pengawas Pemilu di Sultra Meninggal, 23 Orang Jatuh Sakit
KORBAN PENYELENGGARAAN PEMILU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis sebanyak 25 orang menjadi korban penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019. Dua orang di antaranya meninggal dunia, 23 lainnya jatuh sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit setempat akibat kelelahan. (ISTIMEWA)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis sebanyak 25 orang menjadi korban penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019. Dua orang di antaranya meninggal dunia, 23 lainnya jatuh sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit setempat akibat kelelahan.

Kedua pengawas itu yakni La Masi, Panitia Pengawas Desa Kawite-wite Kecamatan Kabawo. La Masi meninggal dunia akibat kecelakaan usai apel siaga di Jalan Poros Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Minggu 14 April 2019 sekira pukul 11.00 Wita.

“Ahiruddin seorang Staf Hukum Bawaslu Sultra meninggal dunia tujuh hari yang lalu 15 April. Hari ini hari ke tujuhnya. Dia meninggal karena kelelahan,” beber Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu saat dihubungi awak Zonasultra, Senin (22/4/2019).

iklan zonasultra

Baca Juga : Korban Bertambah, KPU RI Upayakan Santunan untuk Petugas Pemilu

Selain itu, 23 orang yang jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit setempat, antara lain di Konawe tercatat enam orang yang sakit akibat kelelahan yakni Ansar, Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) 1 Desa Wunggulino, Kecamatan Kapoilala; Yani PTPS 1 Desa Teteona, Kecamatan Wonggeduku; Sitti Nurhayati PTPS 1 Desa Duriasi.

Lalu Muhsin Panggapili koordinator pengawasan Panwascam Puriala; Dwi Indah Safaatun PTPS 02 Desa Aluhu, Kecamatan Meluhu; Arif PPL Pengawas Desa Lalembue Jaya; dan Samsuri Panwas Desa Puurundongka, Kecamatan Routa.

Di Konawe Selatan ada tiga orang yakni Hawaidah PTPS 1 Desa Wonua Sangia, Kecamatan Landono; Rini Wahyuni pengawas Desa Lamori Kecamatan Mowila; Abidin Ketua Panwas Kolono.

Baca Juga : KPU RI: 54 Petugas Pemilu Meninggal Dunia

Di Baubau ada dua orang yaitu Hasnawati PTPS 06 Kecamatan Batulo, dan Ice Fitriyani PPL Batulo. Di Konawe Utara Arpin PTPS 1 Desa Tongauna, Kecamatan Sawa.

Di Buton satu orang yakni Lahinda Ketua Panwascam Wolowa. Kolaka satu orang Wahyudin anggota Panwascam Toari. Di Kolaka Utara terdapat 4 orang dirawat di rumah sakit, yakni Asmar PTPS 6 Desa Patowonua; Ice Sucinati PTPS Wawo; Abdul Sani PTPS Desa Tolala, Kecamatan Tolala; dan Ansar anggota Panwascam Ngapa.

Kolaka Timur ada Rusniyati Nur Rakibe Ketua Bawaslu Kolaka Timur mengalami keguguran. Di Kota Kendari ada empat orang yakni Atma Jaya anggota Panwascam Kadia; Irawati Panwas Kecamatan Baruga; Nihmatia PTPS 19 Kelurahan Wuawua; dan Sri Hendrawatih PTPS 12 Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua.

Hamiruddin Udu mengatakan, personelnya yang mengalami sakit dan bahkan meninggal ini tidak mendapatkan jaminan asuransi dari Bawaslu RI. Sehingga pihaknya saat ini mencoba komunikasi dengan gubernur untuk mendapatkan anggaran santunan kepada keluarga.

“Saat ini yang bisa kami lakukan patungan uang sesama anggota di kantor (Bawaslu), baik staf maupun pimpinan, juga bawaslu kabupaten untuk mengumpulkan dana santunan, lalu diberikan kepada pihak keluarga,” pungkasnya. (*)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib