Dukung AMAN, Radhan Nur Alam : Akan Kucabut Dinasti dari Akarnya

Dukung AMAN, Radhan Nur Alam : Akan Kucabut Dinasti dari Akarnya
DUKUNG AMAN - Putra mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Radhan Nur Alam mendeklarasikan diri menjadi tim pemenangan pasangan calon Alimazi-Lukman Abunawas. (Lukman Budianto/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Putra Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) non aktif Radhan Nur Alam mendeklarasikan diri menjadi tim pemenangan pasangan calon Alimazi-Lukman Abunawas.

Salah satu wujud dari usaha Radhan untuk memenangkan pasangan Alimazi-Lukman dalam pemilihan gunernur nanti, adalah dengan membentuk komunitas pemuda bernama Paman. Akronim dari Paman ini adalah Pemuda Alimazi Lukman Abunawas.

Dalam konferensi pers yang dilakukan tim Paman, Radhan sebagai ketua terlihat sangat semangat berbicara sebagai wujud komitmennya memenangkan pasangan calon dengan tagline Aman itu.

Radhan menyoroti dinasti politik yang dianggapnya mulai menjamur di Bumi Anoa. Sorotan ini tentunya mengarah ke kompetitor Alimazi, yakni Asrun. Sebagaimana kita ketahui, anak dari Asrun yakni Adriatma Dwi Putra (ADP) tengah memegang jabatan sebagai Wali Kota Kendari.

“Kalau Soekarno bilang, berikan aku seribu orang tua,niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Kalau saya bilang, berikan aku dukungan untuk mendukung Aman, maka akan kucabut dinasti dari akarnya,” kata Radhan dihadapan seluruh pendukung Alimazi- Lukman, Kamis (8/2/2018) malam.

Dalam kesempatan itu, Radhan juga menegaskan jika saat ini dirinya sudah tidak terikat dengan partai politik manapun.

“Saya tegaskan, jika saya tidak terikat lagi dengan partai politik manapun. Disini saya berbicara sebagai Radhan Nur Alam,” pungkasnya.

Alimazi yang juga hadir dalam kesempatan itu, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Radhan Nur Alam. Alimazi mengkalim, komunitas kepemudaan yang merapat menjadi tim pemenangan Aman tidak hanya di Kota Kendari, namun di 17 kabupaten/kota yang ada di Sultra.

“Saya sebagai calon gubernur mengapresiasi karya anak muda yang ingin melakukan perubahan. Saya berterimakasih dengan adanya komunitas ini,” ucap Alimazi.

“Jangan sampai ada dinasti baru sehingga anak muda terhalang membentuk kelompok. Dalam kesempatan ini, saya memberikan respon dalam mencegah terjadinya tirani karena saya anggap akan mematikan kreativitas pemuda,” terang Alimazi. (A)

 


Reporter : Lukman Budianto
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here