iklan zonasultra

Ekspor Sultra Turun hingga 56,79 Persen pada November 2019

Ilustrasi Ekspor
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada November 2019 mengalami penurunan sebesar 56,79 persen atau senilai 121,78 juta US Dollar dibanding ekspor Oktober 2019, yang tercatat 281,84 juta US Dollar.

Jika dilihat dari segi volume ekspor pada November 2019 lalu, tercatat 1.195,97 ton atau mengalami penurunan sebesar 67,59 persen dibanding ekspor Oktober 2019 yang tercatat 3.690,10 ton.

Iklan Zonasultra

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sultra, Moh Edy Mahmud mengungkapkan penurunan terbesar ekspor Sultra November 2019 dibanding Oktober 2019 terjadi pada kelompok komoditas biji, kerak, dan abu logam senilai US$84,21 juta (64,95 persen).

Sementara itu, ekspor Sultra November 2019 didominasi oleh kelompok komoditas besi dan baja dengan nilai US$74,74 juta; selanjutnya kelompok komoditi biji, kerak, dan abu logam di urutan kedua dengan nilai US$45,44 juta; dan kelompok komoditas ikan dan udang di urutan ketiga dengan nilai US$0,67 juta.

“Ekspor Sultra dibedakan berdasarkan ekspor langsung dan ekspor tidak langsung. Jika dicermati perkembangannya, nilai ekspor langsung Sulawesi Tenggara pada November 2019 mengalami penurunan 64,22 persen dibanding Oktober 2019, yaitu dari US$270,07 juta menjadi US$96,93 juta. Sedangkan, volumenya turun 67,80 persen dari 3.685,61 ribu ton pada Oktober 2019 menjadi 1.195,97 ribu ton pada November 2019,” ujarnya melalui rilis pers, Senin (7/1/2019).

(Baca Juga : Kendari Tutup Tahun 2019 dengan Inflasi 0,26 Persen)

Jika dilihat dari negara tujuan ekspor utama Sultra pada November 2019 yaitu Tiongkok, India, Taiwan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat masing-masing dengan nilai US$106,79 juta; US$10,98 juta; US$1,39 juta; US$1,63 juta; dan US$0,44 juta.

“Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,55 persen dari total ekspor Sulawesi Tenggara pada periode November 2019,” kata dia.

Kemudian, dari sektor ekonomi, ekspor Sultra November 2019 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar US$75,75 juta (62,20 persen), sektor pertambangan US$45,44 juta (37,31 persen), dan sisanya sektor pertanian US$0,59 juta (0,49 persen).

“Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor November 2019, ekspor produk industri pengolahan berkontribusi sebesar 73,86 persen, ekspor produk pertambangan 25,97 persen dan sisanya 0,18 persen adalah kontribusi dari ekspor produk pertanian,” tutupnya. (B)

 


Kontributor : Sri Rahayu
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib