iklan zonasultra

Empat Hektar Hutan Pinus Samparon Baubau Terbakar

Empat Hektar Hutan Pinus Samparon Baubau Terbakar
Kebakaran Hutan - Kawasan Hutan Pinus Perkemahan Bumi sanparona saat mengalami kebakaran, Rabu (11/9/2019). (Risno/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Terjadi kebakaran di kawasan hutan pinus Permemahan Bumi Samparona, Kelurahan Kaisabu, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (11/9/2019). Luas lahan yang terbakar ditaksir empat hektare dari total 40 hektar.

Menurut Kapolsek Sorawolio, IPDA Busrol Kamal, kebakaran hutan ini sudah terjadi sejak Senin 10 September. Kala itu api sudah berhasil dipadamkan, hanya saja anak api kembali menyala, terjadilah kebakaran kedua.

Bara api masih tersisa dalam pohon pinus sehingga tidak dapat diidentifikasi saat pemadaman pertama kali. Kala itu kepolisian hanya dibantu warga dalam proses pemadaman api.

iklan zonasultra

Baca Juga : 230 Hektar Lahan Gambut di Koltim Terbakar, Asap Tebal Mengancam Warga

“Ternyata mungkin, ini kan makan dalam pohonya, sehingga hari ini kebakarannya masih berlanjut,” urainya di lokasi kejadian.

Sehingga dalam proses pemadaman api yang kedua kali, Busrol berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wakonti Baubau, Dinas Kehutanan Sultra, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Baubau.

Sempat ada kesulitan dalam proses pemadaman api. Pasalnya, mobil Damkar tidak dapat menjangkau area kebakaran yang jauh masuk kedalam hutan. Selain itu, gumpalan asap tebal yang menghambat pernapasan menjadi keruwetan lain.

Api sendiri dengan cepat merembet kesegala arah akibat dipicu angin. Beruntung dekat lokasi kebakaran ditemukan mata air yang menjadi suplai untuk memadamkan api. Api berhasil dijinakan setelah beberapa jam.

Empat Hektar Hutan Pinus Samparon Baubau Terbakar

“Kami tadi bergerak dengan pihak pemadam ini sekitar pukul 09.00 WITA hingga sekarang ini (pukul 12.00). Karena akses jalan terbatas, mobil Damkar tidak dapat masuk, kami menyikapinya dengan ketersediaan pompa. Kita cari titik-titik air untuk melakukan proses pemadaman,” terang Busrol.

Mayoritas yang terbakar saat itu adalah rumput dan dedaunan. Terdapat juga beberapa pohon, baik pinus maupun lainya, ikut terbakar.

Baca Juga : 11 Daerah di Sultra Berpotensi Status Awas Kekeringan

Pemicunya belum bisa dipastikan. Busrol enggan berspekulasi soal siapa dan apa motif kebakaran. “Kami tidak bisa pastikan. Karena juga disini kami melihat tidak ada aktifitas perkebunan. Sehingga kami harus melakukan penyelidikan,” janji Busrol.

Soal kebakaran hutan ini, masyarakat sekitar sebelumnya sudah diwanti-wanti oleh pihak KPH Wakonti. Kata Kasubag Tata Usaha, Nurdin Marda, pihaknya sudah bersurat pada tiap kelurahan di Kecamatan Sorawolio.

“Selain itu kami lakukan penyuluhan, sosualisasi pada masyarakat bahaya kebakaran hutan serta bagaimana melakukan penanggulangan awal,” uku Nurdin usai melakukan pemadaman api.

Menurutnya, seluas 80 hektare hutan pinus yang ada di Sora Wolio, Kota Baubau perpotensi terbakar. Dari itu, lanjutnya, masyarakat kami himbau agar tidak bermain api dalam hutan pinus ataupun melakukan pembakaran lahan disekitarnya.

Nurdin mengaku, setelah memadamkan api, pihaknya akan melakukan pengendalian api paska kebakaran. Kawasan Hutan Pinus Bumi Perkemahan Samparona yang terbakar hari ini akan ditinjau secara kontiniu setiap harinya. (B)

 


Penulis : M6
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib