iklan zonasultra

Gelar PETA Ramadan, MAN IC Kendari Target Tiap Siswa Hafal 5 Juz

Gelar PETA Ramadan, MAN IC Kendari Target Tiap Siswa Hafal 5 Juz
MAN IC KENDARI - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kota Kendari kembali menggelar Pesantren Tahfidz (Peta) Ramadan. Kegiatan yang berlangsung mulai 3-26 Ramadan ini, masing-masing siswa ditargetkan bisa menghafal minimal 5 juz Alquran selama Ramadan. (Sri Rahayu/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kota Kendari kembali menggelar Pesantren Tahfidz (Peta) Ramadan. Kegiatan yang berlangsung mulai 3-26 Ramadan ini, masing-masing siswa ditargetkan bisa menghafal minimal 5 juz Alquran selama Ramadan.

Kepala MAN IC Kendari Abdul Basit mengungkapkan, para siswa akan dibimbing oleh santri dari Pondok Pesantren Baitul Quran, serta mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Total pembimbing sekitar 14 orang.

“Untuk Peta kali ini, saya targetkan anak saya bisa hafal minimal 5 juz. Jadi, kalau yang baru masuk itu berarti mulai dari nol, sedang yang sudah ada hafalannya tinggal menambah lagi,” kata Basit usai membuka Peta Ramadan di MAN IC Kendari, Jumat (10/5/2019).

Baca Juga : MAN IC Kendari Kukuhkan 57 Siswa Angkatan Pertama

Peta sendari merupakan kegiatan rutin MAN IC Kendari setiap bulan Ramadan. Berdasarkan pedoman pengelolaan, harusnya per siswa minimal 3 juz. Namun, melihat kemampuan para siswa, ia menargetkan per siswa bisa sampai 5 juz.

“Kalau yang sekarang ini yang kelas dua, sebelumnya sudah hafal 3 juz. Jadi kalau ditambah lagi 5 juz, total hapalan bisa mencapai delapan juz,” ungkap Basit.

Tahun sebelumnya MAN IC juga melakukan kegiatan serupa dengan nama Tahfdiz Camp. Di sini para siswa dibimbing menghafalkan Alquran melalui metode yanbu. Metode yanbu sendiri merupakan hasil usulan dan dorongan alumni pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an agar para alumni selalu ada hubungan dengan pondok atau pesantren.

Tak hanya siswa, ramadan kali ini MAN IC Kendari juga menggelar kegiatan khusus untuk guru, yakni Rafort (Ramadan For Teacher). Pada Rafort itu, para guru menggelar Shalat Duha, tadarus, serta mengahapal surah-surah tertentu.

“Ini komitmen kami bahwa udia bukan halangan untuk menghapal qur’an. Bahwa guru sebagai agen pembelajar juga harus terus belajar,” kata Basit (b)

 


Kontributor : Sri Rahayu
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib