iklan zonasultra

Gempa Bumi, Warga Desa Tolala Berbondong-bondong Mengungsi

Breaking News : Bombana  Diguncang Gempa Bumi
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Sekitar 70 persen warga Desa Tolala, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (16/1/2019) mengungsi akibat gempa bumi. Mereka berbondong-bondong pergi dari desa itu karena khawatir akan terjadi tsunami.

Sebagian warga mengungsi di pegunungan dan sebagian lagi mengungsi di wilayah Malili, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebagian warga juga ada yang memilih tetap bertahan.

Menurut penuturan salah seorang warga Desa Tolala, Israfil mengatakan warga mengungsi sejak siang sampai sore tadi karena adanya gempa bumi. Sebagian warga mengungsi tepat usai ibadah salat dzuhur dan sebagian lagi mengungsi setelah salat ashar.

iklan zonasultra

“Saya sendiri bersama keluarga lari ke Malili setelah shalat ashar. Warga yang mengungsi sekitar 70 sampai 80 persen. Kebanyakan warga juga mengungsi ke pegunungan,” kata Israfil, ketika dihubungi via telepon pukul 19.10 Wita.

Hal itu dilakukan guna menghindari gempa susulan. Warga mengungsi dengan membawa bekal seadanya. “Saya sendiri dan keluarga hanya membawa bekal dari sisa makanan yang tidak jadi dimakan tadi. Kebetulan di rumah tadi orang lagi kerja mengumpulkan kayu bakar untuk dipakai nanti, ” kata Israfil.

Israfil mengungkapkan, ketika dia menghubungi keluarganya yang bertahan di desa Tolala, terakhir gempa terjadi sekitar pukul 18.18 Wita. Israfil dan warga desa Tolala lainya mengungsi karena ketakutan akan terjadinya tsunami seperti yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

“Karena kalau diliat model gempanya seperti gempa yang terjadi di Palu sebelum Tsunami. Makanya kami mengungsi. tidak ada dampak kerusakan rumah atau bangunan lainnya akibat gempa,” tutur Israfil.

Gempa bumi tektonik berkekuatan 3,0 skala richter (SR) mengguncang wilayah Kabupaten Kolaka Utara, Rabu (16/1/2019) pagi pukul 06.30 Wita.

Hasil analisis BMKG, episenternya terletak pada koordinat 2.93 lintang selatan (LS) dan 121,06 bujur timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 63.1 km arah barat laut Lasusua, Kolut pada kedalaman 10 km.

Di hari yang sama, gempa susulan terjadi pada pukul 10.39 Wita terletak pada koordinat 3.06 LS dan 121,04 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 49.4 km arah barat laut Lasusua, kedalaman 10 km dengan kekuatan magnitudo 3,5.

Dan pada pukul 16.24 Wita, gempa berkekuatan 3,6 SR kembali mengguncang Kolaka Utara (Kolut) di sebelah barat laut.

Kepala Stasiun Geofisika Kendari Rosa Amelia mengatakan, dengan memperhatikan lokasi kedua episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Lawanopo. (B)

 


Kontributor: Samrul
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib