iklan zonasultra

Gerakan Obat Manjur Kendari: Berkarya Positif Merawat Integritas

Gerakan Obat Manjur Kendari: Berkarya Positif Merawat Integritas
OBAT MANJUR – Agen Obat Manjur Kendari, Adinda Febriana di Rumah Buku Firza saat memulai siaran langsung lewat aplikasi Instagram, Sabtu 14 November 2020. Narasumber yang diundang adalah Rohman Gumilar. (Muhamad Taslim Dalma/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Gerakan anak muda masa kini tidak lagi sebatas turun ke jalan mengangkat pengeras suara dan memblokade jalan. Di era kemajuan teknologi masa kini, media sosial menjadi wadah bagi pemuda mengekspresikan gerakannya.

Seperti yang dilakukan oleh komunitas “Obat Manjur Kendari”. Sekilas ini terdengar seperti obat yang efektif, bahan yang digunakan untuk menghilangkan penyakit. Obat yang dimaksud komunitas ini adalah semangat untuk menghilangkan perbuatan buruk dengan mengembangkan sikap yang berintegritas.

Anggota komunitas yang menamakan diri Agen Obat Manjur, sebanyak 12 orang. Mereka anak-anak muda dengan usia 15 sampai 23 tahun. Sejak terbentuk pada Februari 2020 lalu, mereka banyak menampilkan acara bincang integritas setiap hari Sabtu dengan memanfaatkan aplikasi media sosial Instagram (IG). Bentuk seperti ini sengaja dipilih karena dalam masa Pandemi Covid-19.

Pada Sabtu, 14 November 2020, mereka mempersiapkan siaran langsung (live) lewat Instagram. Agen yang bertugas adalah Putra Hanuddin dan Adinda Febriana. Berbekal peralatan seperti handphone android, tripod, dan headset mereka memilih Rumah Buku Firza, Kelurahan Anggoeya, Kota Kendari sebagai tempat siaran langsung. Tempat ini adalah perpustakaan rumahan yang menyediakan ruang untuk kegiatan komunitas.

Adinda Febriana menjadi moderator sedangkan narasumber yang diundang adalah Rohman Gumilar, seorang petani yang menjadi pegiat literasi dengan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bina Kreasi Muda Sumedang. Rohman berada di Jawa Barat, mereka saling terhubung lewat aplikasi Instagram masing-masing untuk siaran langsung.

Tepat pukul 16.00 Wita, dengan latar buku-buku Adinda mulai membuka acara di depan layar handphone androidnya dengan menyapa pemirsanya dengan sebutan “sahabat pemberani”. Namun ternyata, Rohman belum siap karena disangkanya acara dimulai pukul 16 WIB, sehingga ada perbedaan satu jam. Beberapa menit ditunda, acara kemudian dilanjutkan.

Mereka membahas tentang nilai integritas “kerja keras”. Rohman berbagi pandangan dan pengalamannya. Audiens pun merespon langsung lewat komentar di kolom komentar dan ada pula yang meng-inbox moderator. Kurang lebih satu jam, diskusi itu berlangsung.

*Berkarya dan Menambah Pengalaman

Adinda mengaku termotivasi ikut komunitas, selain untuk menambah pengalaman juga menghasilkan karya yang positif. Mahasiswa semester 3, Antropologi Universitas Halu Oleo (UHO) ini sudah empat kali menjadi moderator dengan narasumber berbeda-beda. Temanya sama, yaitu soal integritas, khususnya dalam mencegah korupsi.

Gerakan Obat Manjur Kendari: Berkarya Positif Merawat Integritas
Rohman Gumilar dan Adinda Febriana. (IG: obatmanjurkdi)

“Dulu saya kalau bicara integritas itu hanya disiplin. Ternyata ada sembilan nilai integritas yang mencakup hampir keseluruhan aspek kehidupan,” ujar Adinda.

Tagar integritas yang disuarakan komunitas ini adalah #Berjumpadikertas yang merupakan gabungan dari berani, jujur, mandiri, peduli, adil, disiplin, kerja keras, tanggung jawab dan sederhana.

Untuk sebuah gerakan, Adinda merasa kegiatan Bincang Integritas yang dilakukan secara live lebih cocok buat dirinya daripada mengikuti gerakan dengan turun ke jalan menggunakan pengeras suara. Menurut dia dengan mengedukasi dan mengajar orang sekitar dapat lebih berdampak dan membuat perubahan.

Hal senada juga disampaikan Putra Hanuddin, yang terlibat dalam Obat Manjur Kendari sejak pertama kali terbentuk. Dia memastikan anggota komunitas adalah sekumpulan anak muda yang haus akan karya, makanya banyak kegiatan yang dilakukan.

Komunitas itu sudah beberapa kali berkegiatan secara luring dengan mematuhi protokol kesehatan, seperti: merayakan Hari Kemerdekaan dengan kegiatan Merdeka Dari Sampah di Taman Makam Pahlawan Watubangga dan pernah mengikuti kegiatan World Clean Up Day 2020.

“Untuk berkarya kami perlu banyak pelajaran dan pengalaman. Untuk itulah kami disatukan dalam gerakan ini, yang mana di dalamnya sarat akan nilai-nilai integritas. Karena ini adalah gerakan kerelawanan, jadi kami selalu belajar mengenai kemandirian, termasuk biaya operasional kegiatan dari uang kas tiap-tiap agen,” ujar Putra.

*Obat Manjur di Indonesia

Komunitas Obat Manjur tidak hanya ada di Kendari, tapi juga di daerah lainnya di Indonesia. Komunitas ini melibatkan anak-anak muda yang masih duduk di bangku SMA, masih kuliah, termasuk yang sudah menyelesaikan pendidikan. Salah satu tujuannya adalah membangun isu antikorupsi lewat kegiatan-kegiatan yang mendidik.

Salah satu pembina Obat Manjur Kendari adalah Muhammad Sahlan Ramadhan Solichin, penyuluh antikorupsi. Kata dia, komunitas ini sudah ada sejak tahun 2017, hanya memang baru ada di Kendari pada awal 2020. Komunitas lainnya yang juga sudah resmi terbentuk yakni Obat Manjur Makassar, Obat Manjur Padang, dan Obat Manjur Jakarta.

Awalnya istilah Obat Manjur ini dikira produk obat-obatan, padahal hanyalah sebuah istilah untuk mengatasi penyakit yang ada yakni korupsi. Obat yang dimaksud adalah perbuatan atau perilaku yang bersih tidak akan terpengaruh dengan “virus-virus” korupsi.

“Anak-anak muda yang bergerak di sini dipanggil agen obat manjur, maksudnya ‘aku generasi orang hebat main jujur’. Jadi ada visi mulia dalam gerakan ini untuk menyehatkan Indonesia dari masalah korupsi,” tutur Sahlan melalui telepon selulernya, Selasa 10 November 2020.

Kaitannya dengan KPK, Sahlan memastikan komunitas Obat Manjur murni dari inisiatif anak-anak muda untuk membentuk komunitas Obat Manjur. KPK terbantu dengan komunitas seperti ini dalam menyuarakan gerakan antikorupsi, sehingga penyuluh seperti Sahlan didorong untuk jadi pembina.

Menurut dia, gerakan antikorupsi seperti yang dilakukan komunitas Obat Manjur penting karena bagian dari pendidikan. Jadi, gerakan perlawananan terhadap korupsi tidak hanya ditekankan untuk penindakan dan pencegahan.

Lewat kegiatan yang kreatif sebuah komunitas, pemuda diharapkan tidak hanya sekedar bisa mengkritisi tapi juga dapat menjadi teladan. Sebab kata dia, bila hanya bisa mengkritisi korupsi, yang akhirnya dianggap oleh masyarakat bukannya menyelesaikan masalah tapi menimbulkan masalah baru. (*)

 


Reporter: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib