iklan zonasultra

H-1 Lebaran, Harga Telur di Pasar Lawa Naik

H-1 Lebaran, Harga Telur di Pasar Lawa Naik
HARGA TELUR - Satu hari jelang perayaan Hari Raya Idul fitri, harga telur di pasar Lawa Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat (Mubar) melonjak naik dari Rp 45 ribu hingga Rp. 52 ribu. Kenaikan tersebut terjadi sejak 6 hari yang lalu. (La Ode Pialo/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LAWORO – Satu hari jelang perayaan Hari Raya Idulfitri, harga telur di pasar Lawa Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat (Mubar) melonjak naik dari Rp 45 ribu hingga Rp. 52 ribu. Kenaikan tersebut terjadi sejak 6 hari yang lalu.

Salah satu pedagang telur di Pasar Lawa, La Fadia (45) menyatakan bahwa kenaikam harga telur menjelang Hari Raya Idul Fitri sudah menjadi kebiasaaan. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat, sementara stok barang terbatas.

” Kita kan ambil dari Makassar, jadi stok itu memang terbatas. Dan ini terjadi setiap tahun,” jelasnya kepada Wartawan Zonasultra. Com, Rabu (13/6/2810).

Pedagang beras dan bawang merah di pasar Lawa, Waseda (47) menjelaskan ahwa komoditi beras,bawang ,terigu dan sebagainya harganya masih stabil. Kalaupun ada terjadi kenaikkan harga tidak terlalu signifikan.

” Beras kepala super itu Rp. 480 Ribu per karung besar, sementara harga bawang merah Rp. 14 Ribu per setengah liter. Kalau bawang harganya masih stabil, begitu juga beras. Tapi kalau selesai lebaran kita perkirakan harga beras bisa menurun,” tuturnya.

Wa Laeno (35), salah seorang warga Desa Lalemba, Mubar cukup kaget dengan melonjaknya harga telur sampai Rp. 52 ribu per rak. Namun karena kebutuhan dirinya harus membeli dengan harga tersebut.

“Terlalu tinggi naiknya pak. Dari Rp. 45 ribu naik menjadi Rp. 52 ribu per rak.kalau hanya Rp. 48 atau 49 ribu tidak masalah”,kesalnya.

Ia juga menyayangkan pihak pemerintah daerah Mubar yang tak mampu mengantisipasi kenaikan harga sembako tersebut.

“Secara ekonomi masyarakat sangat dirugikan, apa lagi ini momen Lebaran lonjakan harga ini kan mulai dari 6 hari yang lalu. Harusnya Pemda setempat proaktif dong jangan hanya tunggu-tunggu masaknya,” pungkasnya.

Terkait keluhan warga, pihak dinas perindustrian dan perdagangan Mubar belum berhasil dikonfirmasi. (B)

 


Reporter : Laode Pialo
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib