iklan zonasultra

H-1 Lebaran, Ini Pantauan SAR Kendari di Seluruh Pelabuhan dan Bandara se-Sultra

H-1 Lebaran, Ini Pantauan SAR Kendari di Seluruh Pelabuhan dan Bandara se-Sultra

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Memasuki H-1 Hari Raya Idul Fitri 1439 H, arus mudik di sejumlah bandara dan pelabuhan di Sulawesi Tenggara (Sultra) terpantau lancar. Dari pantauan Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Kendari, peningkatan volume pemudik hanya terjadi di Pelabuhan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) serta Pelabuhan Penyebrangan Feri Kolaka-Bajoe.

Humas Basarnas Kendari Wahyudi mengungkapkan, di Bandara Haluoleo Kendari hingga H-1 lebaran mengalami lonjakan penumpang yang cukup signifikan dari hari biasanya. Hal itu terlihat dari penuhnya seluruh penerbangan pesawat di Bandara Haluoleo.

“Kalau Pelabuhan Nusantara dan Pelabuhan Wanci, padat tapi masih kondusif. Di sana juga kita sudah siapkan dua tim yang standby, yakni tim darat yang menggunakan rescue car dan satu tim lagi yang menggunakan rubber boat dan RIB,” jelas Wahyudi, Kamis (14/6/2018).

Untuk di Pelabuhan Amolengo, Konsel, Wahyudi menjelaskan, sampai saat ini berdasarkan pantauan tim di lapangan masih kondusif serta belum ada lonjakan pemudik secara berlebihan yang menyebabkan terjadi antrian panjang di pelabuhan.

H-1 Lebaran, Ini Pantauan SAR Kendari di Seluruh Pelabuhan dan Bandara se-Sultra

(Baca Juga : Pemprov Pusatkan Salat Id di Masjid Al-Alam dan Al-Kautsar)

Demikian pula di Pelabuhan Torobulu, Konsel. Meski terdapat sedikit antrian panjang dari kendaraan para pemudik, akan tetapi arus mudik kali ini tidak seperti arus mudik tahun sebelumnya. Di mana antrian panjang kendaraan para pemudik memadati pelabuhan, bahkan memakan waktu dua hari menginap di pelabuhan sebelum diberangkatkan.

“Terminal Puwatu dan Baruga Kendari hingga saat ini masih relatif sepi dibandingkan dengan pemudik yang menggunakan fasilitas angkutan udara dan laut. Para pemudik lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi,” ucapnya.

Untuk willayah Kabupaten Kolaka, lanjut Wahyudi, lonjakan penumpang di Bandara Sangia Niibandera Tangketada sejak H-6 terlihat padat dengan tiga penerbangan yang rata-rata penuh.

Sedangkan di Pelabuhan Penyeberangan Feri Kolaka-Bajoe, sejak H-4 terlihat sangat padat baik dari jumlah kendaraan maupun penumpang kapal.

“Di Terminal Sabilambo Kolaka, untuk pemantauan di terminal ini tim kami hanya sifatnya mobile dan tdk stay. Selain dikarenakan tidak adanya posko terpadu di sana, juga sesuai perkiraan sebelumnya di mana para pemudik lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum,” bebernya.

“Sedangkan di Pelabuhan Penyebrangan Feri Tobako-Siwa Kolaka Utara (Kolut), lonjakan terjadi pada H-3 kemarin di mana kendaraan sudah terlihat padat demikian juga dengan penumpang,” sambungnya.

Sementara di wilayah Baubau, Wakatobi dan Sorowako, tambah Wahyudi, baik Pelabuhan Murhum, Pelabuhan Feri Baubau serta Bandara Betoambari Baubau juga mengalami peningkatan volume pemudik.

“Di Bandara Matahora Wakatobi, lonjakan penumpang juga terlihat sejak H-6 baik yang masuk maupun keluar. Pelabuhan Mandati Wanci, aktivitas pelabuhan sejak H-5 hasil pantauan dari teman-teman di lapangan terlihat meningkat drastis hingga hari ini. Hampir semua kapal yang tiba di pelabuhan ini padat dengan penumpang,” tuturnya.

(Baca Juga : Hingga H-2, Jumlah Pemudik di Pelabuhan Kendari Capai 21.600 Orang)

Pantauan Basarnas Kendari di Pelabuhan Penyeberangan Sarowako-Morowali Danau Matano dan Terminal Malili hingga saat ini tidak terjadi lonjakan penumpang baik yang masuk maupun keluar.

Selama arus mudik lebaran terhitung sejak H-7 lebaran, sedikitnya terdapat dua kasus SAR yang terjadi. Mulai dari penumpang pesawat Lion Air yang pingsan saat tiba di Bandara Haluoleo Kendari, hingga evakuasi balita sakit dari kapal cepat rute Raha-Kendari, di pelabuhan Nusantara Kendari.

Hasil pantauan tim Basarnas Kendari, lebaran 2018 ini lonjakan penumpang memang terjadi hampir di setiap harinya akan tetapi tidak seperti tahun sebelumnya. Ini diperkirakan karena waktu libur yang lebih panjang dari sebelumnya, sehingga para pemudik bisa memilih waktu berangkat dengan jumlah hari yang lebih panjang.

Wahyudi pun menilai tingkat kedewasaan para pemudik di Sultra semakin membaik. Hal itu terlihat dengan tidak memaksakan kehendak untuk mudik berdesak-desakan dan mulai meningkatnya kesadaran terhadap keselamatan baik untuk diri sendiri maupun keluarga yang dibawanya. (B)

 


Reporter : Randi Ardiansyah
Editor : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib