iklan zonasultra

H-1 Lebaran, Pedagang Sapi di Lapai Kolut Diserbu Pembeli

H-1 Lebaran, Pedagang Sapi di Lapai Kolut Diserbu Pembeli
DAGING SAPI - Memasuki H-1 lebaran, minat pembeli daging sapi di Kelurahan Lapai, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) begitu tinggi. Warga berbondong-bondong membeli daging sapi untuk makanan di hari raya idul fitri. (Samrul/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Memasuki H-1 Lebaran, minat pembeli daging sapi di Kelurahan Lapai, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) begitu tinggi. Warga berbondong-bondong membeli daging sapi untuk makanan di Hari Raya Idulfitri besok.

Salah satu lokasi penjualan daging sapi di Lapai yang banyak diserbu pembeli adalah milik H Kamaruddin. Saking padatnya, warga mesti antri menunggu pesanan.

Baca Juga : Kebutuhan Daging Sapi di Kendari Diprediksi Capai 200 Ekor Jelang Lebaran

iklan zonasultra

“Warga yang datang membeli bukan hanya dari Lapai saja, tapi ada juga dari Lasusua, Pakue dan Batuputih. Rata-rata mereka memesan tulang sapi daripada dagingnya. Mereka mau buat konro,” kata Kamaruddin, kepada awak zonasultra.com, Selasa (4/6/2019).

Kamaruddin mengaku tingginya minat pembelian daging sapi dimulai sejak Senin (3/6/2019), namun puncaknya pada hari ini.

Daging sapi dijual dengan harga yang sama yaitu Rp125 ribu per kilo, sedangkan harga tulang sapi Rp85.000 per kilonya. Harga ini sedikit naik dibandingkan lima hari yang lalu harga daging sapi hanya Rp120 ribu per kilo sementara harga tulang sapi Rp80.000 per kilo.

“Naik lima ribu. Masih mending kita di sini (Lapai) daripada harga daging sapi di Kolaka sampai Rp130 ribu per kilonya. Padahal, dari sana (Kolaka) kami mengambil sapi,” ucapnya.

Baca Juga : Pemkot Baubau Imbau Warga Teliti Berbelanja Kebutuhan Lebaran

Angka pembelian daging sapi kali ini dirasakannya cukup meningkat dibandingkan pada Idulfitri tahun 2018. Dalam dua hari ini pula, sudah 10 ekor sapi yang terpotong. “Ada 12 ekor sapi yang kami siapkan,” kata Kamaruddin.

Dalam melayani pesanan, Kamaruddin tidak bekerja sendirian. Ia dibantu anak, menantu, serta saudaranya sehingga pembeli yang datang tidak terlalu lama mengantri. (b)

 


Kontributor : Samrul
Editor : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib