Hadirkan Penyair Tamu dari Jogja, Pustaka Kabanti Gelar “Panggung Penyair”

Hadirkan Penyair Tamu dari Jogja, Pustaka Kabanti Gelar “Panggung Penyair”
PANGGUNG PENYAIR - Pustaka Kabanti Kendari akan menyelenggarakan sebuah kegiatan yang bernama Panggung Penyair Kabanti pada Sabtu (12/5/2018). (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pustaka Kabanti Kendari akan menyelenggarakan sebuah kegiatan yang bernama Panggung Penyair Kabanti pada Sabtu (12/5/2018). Panitia menghadirkan seorang penyair tamu dari Yogyakarta yakni Bustan Basir Maras yang juga seorang antropolog.

Kegiatan yang digelar di Kompleks BTN Puri Tawang Alun 2, Blok H, RT 14 RW 04, Kelurahan Padaleu, Kendari itu mengundang empat penyair Kendari yakni Adhy Rical, La Ode Muh. Rauf Alimin, Astika Elfakhri, dan Muammar Qadafi. Selain itu, selain para penyair, juga akan tampil pemusikalisasi puisi yaitu Eros Lastra.

Pengelola dan Pendiri Pustaka Kabanti Kendari Syaifuddin Gani mengatakan, acara itu didasari pemikiran bahwa banyak penyair Sultra yang memiliki karya bermutu dan layak mendapat apresiasi. Itulah sebabnya, dasar pemilihan para penyair tersebut adalah pencapaian karya, proses bersastra, dan kontinuitas berkarya.

“Para penyair undangan dipilih berdasarkan pertimbangan tersebut sebagai bentuk penghargaan atas karya puisi mereka dan layak dibacakan di atas panggung, di hadapan penonton yakni masyarakat Kota Kendari. Para penyair dipandang penting untuk hadir membacakan karyanya sendiri,” kata Syaifuddin yang karib disapa Puding, melalui pers rilis, Jumat (11/5/2018).

Dengan demikian ajang tersebut adalah sebuah forum pertemuan antara puisi, penyair, dan penikmat salah satu genre sastra tersebut. Kata Puding, penyair yang setia menulis diberi tempat terhormat untuk dikenali pembaca atau penonton, yang akan membacakan sendiri karyanya.

Dalam acara itu, penonton akan menikmati sebuah seni pembacaan para penyair sekaligus meresapi makna puisi sebagai seni sastra atau seni bahasa. Di sela pembacaan dan penghikmatan puisi, penonton akan mendapat pencerahan lain dari cara memaknai puisi, sebuah alihwahana, yakni musikalisasi puisi yang dipersembahkan Eros Lastra.

Mengenal Para Penyair

Latar belakang penyair dalam acara itu sangat beragam. Muamar Qadafi adalah seorang siswa SMAN 4 Kendari yang memulai karir penulisannya sejak SMP. Ia sudah menorehkan sederet prestasi yang memenangi sayembara cipta puisi, baik lingkup Sultra maupun nasional. Saat ini, Muammar bergiat di Pustaka Kabanti.

“Astika Elfakhri seorang penyair yang juga memulai proses menulis sejak SMA, kuliah, hingga menyelesaikan studi strata satu. Ia juga berkomunitas di Komunitas Arus dan Ganda Gong Teater Kendari,” ujar Puding.

Adapun La Ode Muh. Rauf Alimin seorang penyair yang namanya mulai dikenal sejak kuliah dan bergiat di Laskar Sastra Universias Halu Oleo (UHO). Selain bersastra, Rauf juga bermain teater. Sementara itu, Adhy Rical, seorang penyair yang juga dikenal sebagai sutradara teater dan film, memulai proses menulisnya sejak kuliah tahun 1997 di UHO dan bergabung dengan Teater Sendiri Kendari.

Adhy juga membentuk Teater Anawula Menggaa (TAM) dan mementaskan lakon yang mendapat perhatian publik. Puding menyebut Adhy telah menerbitkan antologi puisi tunggal “Sebelum Semut Berkerumun”.

Keempat penyair Kendari tersebut, karyanya sudah dipublikasikan di berbagai media cetak dan digital tanah air. Adapun Bustan Basir Maras adalah seorang penyair dua kota yakni Mandar (Sulawesi Barat) dan Yogyakarta.

“Walau ia (Bustan) kelahiran Mandar, tetapi ia berproses dan bermukim di Yogyakarta, bergaul dan ikut berkesenian di Kota Pelajar tersebut. Ia dikenal sebagai jurnalis, antropolog, dan pengajar di salah satu kampus di Yogyakarta. Karya puisinya sudah diterbitkan di berbagai buku dan telah diterjemahkan ke bahasa Inggris,” tutur Puding.

Rencananya panggung Penyair Kabanti akan menjadi agenda enam bulanan yang ikut mendukung proses tumbuh-kembangnya puisi di Sultra. Puding berharap para sastrawan dan seniman Kendari, insan pers, komunitas, mahasiswa sastra dan budaya, serta masyarakat Kota Lulo bisa hadir menyaksikan para penyair dan menikmati puisinya di ajang tersebut. (B)

 


Reporter: Muhamad Taslim Dalma
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib