Haramkan Kata “Aman”, AMPG Adukan Umar Bonte di Polda Sultra

Haramkan Kata “Aman”, AMPG Adukan Umar Bonte di Polda Sultra
ADUAN HUKUM - Sekretaris AMPG Kendari Ferdian Candra dan Wakil Ketua AMPG Kendari Aswan Romansahir usai mengantar surat aduan di Polda Sulawesi Tenggara, Kamis (1/2/2018). (Muhamad Taslim Dalma/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Kendari mengadukan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) Umar Bonte (UB) di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (1/2/2018).

Aduan itu dimasukan oleh Sekretaris AMPG Kendari Ferdian Candra dan Wakil Ketua AMPG Kendari Aswan Romansahir. Indikasi dugaan tindak pidana yang dilakukan UB adalah pada saat acara KNPI di Hotel Clarion beberapa waktu lalu.

Ferdian menyebut UB telah mengelurkan statmen yang isinya mengharamkan kata “Aman” dalam pemilihan gubernur Sultra 2018 bagi pengurus dan anggota KNPI. Pernyataan itu termuat dalam beberapa media online dan surat kabar.

Olehnya dibuat aduan tersebut karena AMPG merupakan organisasi sayap dari Golkar selaku partai pengusung pasangan calon gubernur Ali Mazi-Lukman Abunawas dengan tagline “Aman”.

“Ada upaya untuk mendiskriminasi calon yang diusung Golkar dengan membawa-bawa nama KNPI. UB telah memanfaatkan posisinya untuk mendukung perjalanan politinya, dia kan kader PDIP (bukan partai pengusung Aman),” ujar Ferdian usai memasukan aduan.

Sebagai organisasi kepemudaan KNPI seharusnya netral dalam Pilkada, bukannya malah memanfaatkan organisasi untuk kepentingan sendiri. Ferdian mengakui bahwa memang AMPG tidak memiliki sangkut paut dengan KNPI, yang jadi persoalan adalah pernyataan UB tentang Aman.

Dugaan indikasi tindak pidana UB yang diadukan adalah pasal 156 KUHP dan atau pasal 310 ayat 1 KUHP tentang pelanggaran ketertiban umum dan pencemaran nama baik. Kata Ferdian hal itu memang baru sebatas aduan dan belum sampai membuat Laporan Polisi (LP), namun demikian ada gerakan selanjutnya dari AMPG. (B)

 


Reporter: Muhamad Taslim Dalma
Editor: Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib