iklan zonasultra

Harapan Anak Rantau di Sultra untuk Negeri Tercinta

Anak Rantau di Sultra
Anak Rantau di Sultra

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Harapan demi harapan dari para anak bangsa terus bergulir setiap peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus tiba. Tak terkecuali dari para mahasiswa.

Kali ini, tim zonasultra.com mengumpulkan harapan-harapan mahasiswa dari luar Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Harapan pertama datang dari Dayana Arifin, mahasiswi di Jurusan Hubungan Internasional UHO. Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional, gadis yang lahir dan besar di Jakarta ini berharap ke depan tak ada lagi perpecahan dengan alasan apapun. Apalagi sejak pemilu situasi seolah mencekam, terutama di Jakarta.

iklan zonasultra

“Saya rasa bagaimana mengerikannya Indonesia tanpa kata bhineka tunggalika dan memilah-milih seseorang berdasar agama,” ujarnya, ditemui Sabtu (16/8/2019)

Baca Juga : Peringati HUT RI, MAN IC Kendari Gelar Parade Sinonggi

Kedua soal isu lingkungan terutama sampah plastik. Ia mengaku tidak nyaman ketika negaranya dipandang sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar. Ia berharap agar masyarakat Indonesia memperbaiki kebiasaan membuang sampah sembarangan, bahkan menghilangkannya.

“Saya malu lihat bule-bule yang liburan di Indonesia dengan ekspetasi tinggi tentang keindahan Indonesia. Justru mereka liburan sambil pungut-pungut sampah di pinggir laut,” ujarnya.

Harapan selanjutnya datang dari Kristiani Nainggolan, mahasiswa jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial UHO. Anak rantau dari Medan, Sumatera Utara ini mengaku memiliki banyak harapan untuk Indonesia. Harapannya yang utama adalah Indonesia terus maju ke arah yang lebih baik, serta melahirkan penerus-penerus bangsa yang unggul.

“Saya ingin ke depannya anak-anak muda bisa diberikan ruang untuk berkembang, kekerasan dan radikalisme tidak berkembang di bangsaku, lebih menghormati dan tetap mempertahankan ideologi Pancasila,” kata Kristi.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi asal Sulawesi Tengah, Rifki berharap tidak ada lagi perpecahan seperti yang lalu-lalu. “Yah harapannya sama-sama saling membangun sajalah untuk jadi Indonesia yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Milenus Gurik, mahasiswa Jurnalistik UHO asal Papua tak begitu banyak berharap. Ia hanya menginginkan Indonesia bisa saling menghargai budaya dan tidak ada lagi perpecahan.

Semoga harapan yang mereka impikan demi kemajuan Tanah Air tercinta ini bisa terwujud. (b)

 


Kontributor: Sri Rahayu
Editor: Jumriati
Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib