Harga Cabai Keriting di Buton Melonjak Hingga Rp 60 Ribu

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Buton, M Wahyuddin
M Wahyuddin

ZONASULTRA.COM, PASARWAJO – Harga cabai keriting di sejumlah pasar tradisional di kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini melonjak drastis.

Pantauan awak Zona Sultra di pasar Sabho dan Kaloko, sejak awal bulan ini, harga cabai keriting mendadak naik dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu perkilo.

Wa Rima, salah satu pedagang pasar Kaloko mengatakan, dalam beberapa hari ini, baik para pedangan maupun pembeli selalu mengeluhkan harga cabai yang sangat tinggi ini.

Walau begitu, dia memperkirakan harga ini masih bisa berubah lagi. Kata dia, lal yang sama juga terjadi di pasar Sabho.

“Harga ini tidak menetap dan bisa saja besok atau lusa harganya bisa berubah,” kata Wa Rima di pasar Kaloko, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, kenaikan harga cabai keriting ini disebabkan oleh standar harga yang ditetapkan oleh petani di daerah itu. Sebab selama ini, pihaknya selama mengambil komoditi ini dari petani lokal.

Katanya, jika ada pasokan komodisi ini dari luar Buton, seperti Makassar dan Jawa, kemungkinan harganya bisa kembali normal.

Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Buton, M Wahyuddin membenarkan hal itu. Menurutnya kenaikan harga cabai jenis ini selalu terjadi hampir setiap tahun.

Kata dia, kenaikan harga itu disebabkan pasokan dari petani sangat rendah. Itu juga disebabkan oleh faktor cuaca yang menyebabkan hasil panen para petani juga berkurang.

Menurutnya, tingginya harga cabai ini tidak hanya terjadi di Buton. Namun merebak juga hingga ke kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan dan Buton Tengah.

“Kenaikan harga sudah pasti setiap tahunnya akan terjadi. Namun Kota Baubau yang pertama merasakan kenaikan tersebut karena pintu masuknya barang dagangan di Buton dari Baubau, ” Kata Wahyuddin.

Saat ini pihaknya terus memantau dan memonitor perkembangan harga cabai keriting yang ada di sejumlah pasar di daerah itu.

“Sudah menjadi tugas kami untuk memantau dan memonitoring harga di pasaran. Sebab ini akan mempengaruhi inflasi daerah,” ujarnya.

Walau pihaknya tidak berwenang membatasi harga, namun dia menghimbau para pedagang agar tidak menaikan harga cabai secara berlebihan.

“Kami tetap terus memantau dan menjaga jangan sampai ada permainan harga yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Sehingga mereka dapat mengambil keuntungan dari situasi yang ada,” katanya. (B)

 


Reporter : Nanang
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib