iklan zonasultra

Hari Ibu untuk Perjuangan Wanita yang Tak Kenal Lelah

Jefri Ipnu Zonasultra
Jefri Ipnu

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Tepat 22 Desember 2019 dini hari kita semua memperingati Hari Ibu. Banyak ungkapan dan karikatur di media sosial (medsos) diutarakan orang-orang untuk memberikan ucapan terbaiknya kepada sosok seorang ibu.

Seperti, “Ibu kaulah pahlawan kami, kaulah semangat kami, kaulah kebahagian kami, kaulah kehidupan kami. Di Hari Ibu ini menjadi tanda akan perjuanganmu yang tak kenal lelah, kami menyayangimu selalu”.

Hari Ibu juga menjadi skedul yang sering dilaksanakan tiap tahunnya sebagai bentuk perayaan bagi kaum perempuan. Peringatannya biasa sering ditandai dengan kegiatan-kegiatan seremonial seperti lomba masak, senam kreasi dan lainnya.

iklan zonasultra

Namun, hal yang paling terpenting di Hari Ibu adalah mengingatkan kita semua atas segala perjuangan sosok wanita yang tak kenal lelah. Baik itu ibu kita sendiri maupun istri yang kini telah menjadi seorang ibu dari anak-anak kita.

Kalimat Ibu

Bagi setiap orang, nama ibu sudah tak asing kedengarannya. Yah, sebab nama itu sering kita ucapkan saat berkomunikasi kepada orang tua kandung perempuan kita.

“Ibu saya pamit ke sekolah dulu,. Ibu saya demam, Ibu saya lapar, Ibu saya ingin mainan baru”. Itulah yang paling sering kita sampaikan kepada seorang ibu atau yang juga biasa kita sebut dengan kata mama dan ummi.

Kalimat ibu sangat singkat ketika diucapkan. Namun, siapa sangka di balik itu justru nama ibu memiliki segudang kekuatan dan kasih sayang yang sangat besar. Hingga, doanya pun sangat mujarab, dan diridhoi Allah SWT.

Doa ibu menjadi kepercayaan sejak turun temurun sebagai salah satu jembatan untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan didunia dan akhirat.”saya rasakan dan alami itu”.

Ketangguhan Seorang Ibu

Tepat di Hari Ibu ini, sedikit saya mengupas tentang sosok ibu. Meski tak terlihat, akan tetapi bisa dirasakan jika ketegaran seorang ibu memancarkan semangat dan pengorbanan yang tidak ada tandingnnya, sampai-sampai nyawa sekalipun siap dipertaruhkan demi kebahagiaan keluarga dan anak-anaknya.

Sangat setuju dan pantas ketika muncul kalimat bahwa surga berada di telapak kaki ibu. Itu menjadi alasan yang kuat melihat ketangguhan seorang ibu yang memiliki tanggung jawab dan pengorbanan besar untuk kebahagiaan keluarganya.

Ibu bisa menjadi ayah dari anak-anaknya, tapi ayah tidak bisa menjadi seorang ibu dari anak-anaknya.

Kelebihan Seorang Ibu

Sosok ibu juga memiliki kelebihan spesial yang diberikan oleh sang pencipta, dan tak bisa dilakukan oleh lelaki, yaitu mengandungi seorang anak. Ini yang harus menjadi perhatian penting bagi kita seorang anak.

Bisa dibayangkan perjuangan seorang ibu untuk menjaga dan merawat buah hati yang dikandunginya selama 9 bulan atau sekitar 270 hari. Tangan lembutnya terus megules-ules perut sambil menyanyikan lagu dan berdoa untuk keselamatan bayi yang dikandungi.

Di waktu itu juga, seorang ibu harus menahan rasa sakit, menjaga asupan makanan, hingga tidur pun terkadang tak enak. Namun, tak ada kata lelah, mengeluh dan marah karena itu dianggap sebagai anugerah dari sang pencipta.

Hari terus berganti perubahan bentuk tubuh pun terjadi. Tetesan air mata kebahagiaan membasahi pipinya hingga tiba waktunya melahirkan bayi makhluk titipan Allah SWT ke dunia.

Ibu menjadi melaikat teman bermain anak-anaknya, menjadi pelindung dari segala hal-hal yang buruk bagi anaknya. Itulah salah satu bentuk keikhlasan atas hidup yang di jalaninya untuk memberikan kebahagiaan kepada keluarga, anak-anak dan suami.

Pengorbanan Nyawa

Yang juga perlu diketahui di balik kelebihan itu, ada tantangan besar yang harus dihadapi seorang ibu yaitu, itu saat melahirkan. Kondisi itu membuat seroang ibu harus siap menerima resiko yang dihadapi. Salah satunya, taruhan nyawa.

Keberanian itu semua demi untuk buah hati yang dikandunginya agar bisa selamat. Jadi, tidak salah jika disebut bahwa seorang ibu yang akan melahirkan satu kaki berada di liang kubur, dan satu kaki berada di dunia.

Dari semua proses perjalanan, kehidupan seorang ibu pada dasarnya hanya untuk kebahagian keluarganya terutama kepada anak-anaknya. Bersyukurlah kita yang masih memiliki ibu dan masih merasakan sentuhan lembutnya yang penuh rasa kasih sayang.

Tataplah wajah ibu kita, lihat perubahan yang terjadi pada dirinya yang dilakukan hanya untuk kebahagiaan kita. Rambutnya yang dulu hitam kini telah berubah menjadi putih, kulitnya yang dulu mulus, kini telah mengriput seiring perubahan usia.

Bayangkan dan renungkan, pernahkan kita memberikan kasih sayang seperti rasa yang telah diberikan kepada kita sepanjang masa?, sudahkah kita menghormati dan menghargainya sebagai mana atas balas jasa kepada ibu yang telah mengandungi, menyusui, merawat dan membesarkan kita?

Ketika ibu berada di dekat kita, selalu kita mengabaikan, tak memperhatikannya, tak memperdulikannya, tak merawatnya, tak menyanginya bahkan selalu menentangnya. Padahal dia mengharapkan kita bisa memberikan senyum untuknya.

Tak sadarkah kita, hati seorang ibu tak pernah benci, denda, marah kepada anak-anaknya meski disakiti. Mengapa? karena ibu merasakan saat anaknya berada dalam kandungan, tiap detak jantung dan aliran darah menjadi janji kepada Allah SWT untuk merawat kita sebaik mungkin.

Di setiap tidurnya teriring doa untuk kita agar selalu mendapat kebaikan di dunia maupun akhirat. Berikan yang terbaik padanya dimana saat kita dilindunginya dari segala hal-hal buruk. Jangan biarkan air matanya menetes karena menyakiti hatinya.

Datangi dan peluklah ibu kita selagi Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk melihat senyum tawanya tak pernah pudar. Gapai tangannya dan berikan kasih sayang seperti saat dulu kita tak pernah dilepas dari gengamannya.

Bersihkan air matanya dan ganti menjadi kebahagiaan, ciumlah dengan penuh rasa sayang seperti saat dia mencium jidat kita di waktu kita tertidur lelap.

Ingat, umur setiap manusia ada batasnya dan itu menjadi rahasia sang ilahi, gunakan waktu itu sebelum terlambat. Karena kesedihan mendalam akan kita rasakan ketika ibu sudah tiada.

Di hari ibu ini menjadi renungan kita semua juga diri saya akan pentingnya pengorbanan seorang ibu. Ibu adalah benteng dari segala-sagalanya. Selamat Hari IBU.

 


Penulis: Jefri Ipnu

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib