iklan zonasultra

Hari Ini, Film Mengejar Embun ke Eropa Tayang Serentak di 15 Kota di Indonesia

Film Mengejar Embun ke Eropa
Film Mengejar Embun ke Eropa
Film Mengejar Embun ke Eropa
Film Mengejar Embun ke Eropa

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Hari ini, tepatnya pada 15 Desember 2016, Film layar lebar “Mengejar Embun ke Eropa” bakal tayang serentak di 15 kota yang ada di Indonesia, yakni Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Solo, Yogyakarta, Mataram, Samarinda, Makassar, Manado, Gorontalo, Palembang, Kupang, dan tentunya juga Kota Kendari.

Direktur Studio Audio Visual (SAV) Puskat, RM Iswarahadi, selaku EO yang telah diberikan kepercayaan untuk menggarap film ini mengungkapkan, film ini sangat penting untuk ditonton karena ada banyak kisah yang sangat menginspirasi didalamnya.

“Untuk di Kendari, para penonton bisa menyaksikan filmnya di Holliwood Cinema mulai hari ini,”  RM Iswarahadi melalui pesan singkatnya kepada Zonasultra.com, Kamis (15/12/2016).

Film ini  bercerita tentang  usaha seseorang pemuda yang berasal dari Kabupaten Muna yang diperankan oleh Risky Hanggono yang berperan sebagai Puro, yang berjuang untuk memperbaiki citra kerja dan etos kerja para dosen, serta memberantas manipulasi nilai dan premanisme yang ada di Universitas Delapan Penjuru Angin (UDPA).

Film Mengejar Embun ke Eropa
Foto bersama Wakil Rektor III UHO, La Ode Ngkoimani (tengah batik) bersama pemain Mengejar Embun ke Eropa

Namun sayangnya, niat baiknya tersebut tidak begitu mendapat sambutan yang baik, dan malah mengakibatkan dirinya di copot dari jabatan Kepala Jurusan Sosial Ekonomi. Namun Loyalitas dan dedikasi Puro untuk UDPA serta atasan, tak pernah surut. Tanggung jawab Puro bertambah berat ketika dirinya dipercaya untuk menjadi rektor di Universitas yang terkenal sebagai kampus tukang demo.

Namun, karena pantang mundurnya puro demi mewujudkan niat baiknya tersebut, perubahan demi perubahan mulai terlihat.

Selain Rizky yang berperan sebagai Puro,artis lain yang juga terlibat difilm ini yakni Putri Ayudya sebagai Ani, istri dari Puro, Irma Magara, Roberta Salzano dan Danin Dharma. Dalam film ini juga banyak melibatkan masyarakat lokal Sultra, khususnya Kendari dan Pulau Muna.

Di Film ini juga digambarkan tentang bagaimana kebiasaan anak-anak di Kabupaten Muna, yang masa kecilnya hanya bisa mandi jika ada air embun. Mereka berlarian di kebun singkong untuk mendapatkan embun pagi.

Penasaran seperti apa cerita lengkapnya? Yuk segera saksikan film perjuangan pendidikan ini di bioskop kesayangan anda, khususnya di Hollywood Cinema untuk warga Kota Kendari dan jangan sampai ketinggalan. (B)

 

Reporter :  Sri Rahayu
Editor  : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib