iklan zonasultra

Hasil Rapid Test Reaktif, 10 Nakes Puskesmas Wajo Dirumahkan

Hasil Rapid Test Reaktif, 10 Nakes Puskesmas Wajo Dirumahkan
MELAYANI PASIEN - Seorang pasien saat hendak berobat di Puskesmas Wajo, Kota Baubau, Senin (13/7/2020). Dia akhirnya dilayani oleh petuhas medis walaupun sempat terjadi penutupan pelayanan. (Risno Mawandili/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,BAUBAU – Sebanyak 10 tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Puskesmas Wajo, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) harus dirumahkan karena hasil rapid test reaktif Covid-19. Akibatnya, pelayanan di puskesmas tersebut sempat terganggu.

Para nakes yang dimaksud yakni kepala puskesmas, satu orang surveilens, tiga orang bidan, dan lima orang perawat puskesmas. 10 orang nakes itu telah dua kali mengikuti rapid test dengan hasil reaktif. Mereka juga telah mengikuti swab test, tinggal menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Iklan Zonasultra

“Sambil menunggu itu kami mempersilakan sepuluh nakes itu menjalani karantina mandiri. Kami tawarkan, mau di hotel yang telah kami sewa, tapi mereka memilih karantina di rumah,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau, Wahyu di ruang kerjanya, Senin (13/7/2020).

Wahyu mengatakan sempat terjadi dinamika saat para nakes diketahui reaktif. Beberapa orang nakes tidak diizinkan lagi bekerja oleh keluarganya. Ini cukup memberi dampak pada pelayanan di puskesmas yang ramai kunjungan warga itu.

Ahkirnya timbul ide dari pihak nakes puskesmas untuk menutup pelayanan di sana. Namun hal itu tidak jadi setelah melalui beberapa pertimbangan. Puskesmas Wajo sendiri merupakan satu-satunya tempat pelayanan kesehatan tingkat kecamatan di Kota Baubau yang memiliki rawat inap.

Karena demikian, kata Wahyu, nakes yang reaktif segera digantikan oleh tenaga medis yang bertugas di Rumah Sehat Terpusat. Pasalnya, nakes di sana tidak terlalu banyak jam kerja. Nakes di Rumah Sehat Terpusat sendiri berjumlah 80 orang, sudah termasuk dokter.

“Tentu ketakutan itu timbul dari para nakes kita. Tapi menutup pelayanan puskesmas itu tidak rasional. Apalagi di sana banyak warga yang harus dilayani berobat. Saya sendiri tadi sudah dua kali ke Puskesmas Wajo, untuk memberi motivasi agar mereka tetap bekerja,” imbuhnya. (B)

 


Kontributor : Risno Mawandili
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib