iklan zonasultra

Hindari Pengawet Ikan Berbahaya, BKIPM Baubau Sidak Pasar Wameo

Hindari Pengawet Ikan Berbahaya, BKIPM Baubau Sidak Pasar Wameo
SIDAK - Para petugas BKIPM melakukan pemeriksaan ikan di Pasar Wameo Kota Baubau, Kamis (11/7/2019). Ikan diperiksa saat melakukan sidak di lokasi tersebut. (M6/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,BAUBAU– Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Dan Keamanan (BKIPM) Stasiun Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan inspeksi dadakan (sidak) di Pasar Wameo, Kamis (11/7/2019). Tujuannya untuk memastikan ikan yang didagangkan di Kota Baubau terhindar dari zat berbahaya.

“Ikannya kita periksa. Kita sudah lakukan sampling tadi. Kita periksa untuk memastikan kalau ikan yang dijual di Pasar Wameo Kota Baubau ini terhindar dari pengawet ikan yang berbahaya bagi kesehatan,” ujar Kepala Stasiun BKIPM Kota Baubau, Arsal pada awak media.

Arsal melanjutkan, ada dugaan terkait mutu yang kurang baik pada ikan yang dijual di Pasar Wameo. Sehingga pihaknya ingin memastikan hal itu.

iklan zonasultra

“Sehingga kami bergerak cepat untuk mepakukan sidak ini. Termaksud pemeriksan ikan,” tambahnya.

Selain mutu ikan, stasiun BKIPM Kota Baubau juga memastikan tidak adanya penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Mereka memeriksa kapal-kapal nelayan yang berlabuh di sekitaran Pasar Wameo.

“Kami cari apakah ada penangkapan ikan yang dilakukan dengan cara-cara seperti di bom. Tapi kami belum menemukan hal itu” ungkapnya.

(Baca Juga : Hasil Laboratorium BKIPM, Ikan di Kendari Masih Aman Konsumsi)

Hasil pemeriksaan terhadap mutu ikan ini kemudian akan dibawa kelaboratorium stasiun BKIPM Kota Baubau. Setelah uji laboratorium, barulah hasilnya akan dipublikasi.

“Nanti kami publikasi lewat teman-tan hasil uji raboratotiumnya,” kata Arsal pada awak media.

Sebelumnya 9 Juli kemarin, stasiun BKIMP Kota Baubau juga telah menggagalkan penyeludupan kepiting kenari bertelur di Bandara Udara Kota Baubau. Kepiting tersebut diamankan bersama terumbu karang yang rencananya akan diterbangkan menuju Kota Makassar. (A)

 


Penulis : M6
Editor: Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib