iklan zonasultra

Hujan Deras, 11 Kecamatan di Kendari Dikepung Banjir

Hujan Deras, 11 Kecamatan di Kendari Dikepung Banjir
BANJIR KENDARI - Banjir merendam kawasan perumahan di dua lorong, yakni Lorong Jawa dan Lorong BTN Wirabuana di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Senin (25/6/2018). Akibat banjir ini Jalan Bunggasi yang menghubungkan Kecamatan Poasia dan Kecamatan Abeli terputus. (RAMADHAN HAFID/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam empat hari terakhir telah menyembabkan 11 kecamatan mengalami banjir.

Adapun 11 kecamatan tersebut adalah, Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Kadia, Wuawua, Mandonga, Puwatu, Baruga, Kambu, Poasia, Abeli, dan Nambo.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, banjir mengepung seluruh wilayah Kota Kendari. Banjir yang terparah terjadi di wilayah-wilayah yang berdekatan atau dilintasi anak sungai.

(Baca Juga : Kali Kambu Meluap, Ruang Kuliah PPNI dan Puluhan Rumah Terendam Banjir)

“Kalau kita petakan di Kota Kendari sudah hampir secara keseluruhan terkena daripada dampak banjir. Data sementara lokasi banjir terparah ada di Kecamatan Baruga, tepatnya di seputaran Kali Wanggu, Kecamatan Poasia, dan Kecamatan Kendari Barat,” kata Kepala BPBD Kota Kendari Suhardin yang berada di seputaran Kali Wanggu, saat sedang melakukan evakuasi terhadap warga, Senin (25/6/2018).

Jalan Bunggasi Anduonohu Terendam Banjir, Akses Poasia-Abeli Terputus

Suhardin mengungkapkan, saat ini pihaknya belum mendata secara detail korban banjir. Dikatakan sejauh ini pihaknya baru menerima laporan korban banjir dari Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga.

“Sementara korban yang terkena dampak banjir baru dua data yang masuk, yakni di seputaran Kali Wanggu jumlahnya 75 rumah, 100 kepala keluarga, 418 jiwa. Kemudian di Kelurahan Lepo-lepo yang di depan Puskesmas Lepo-lepo itu yang terkena dampak banjir 25 kepala keluarga, 90 jiwa,” ungkapnya.

(Baca Juga : Jalan Bunggasi Anduonohu Terendam Banjir, Akses Poasia-Abeli Terputus)

Dikatakan, selain di Kelurahan Lepo-lepo, di Kelurahan Baruga juga sudah ada laporan. Tetapi BPBD Kota Kendari masih menunggu laporan resmi dari lurah.

“Di Baruga sudah ada laporan, hanya laporan secara resmi dari lurah belum ada, tapi mereka sudah mengungsi. Kami sudah pasangan tenda di sana,” tuturnya.

Suhardin menuturkan, saat ini pihaknya sudah menurunkan seluruh anggotanya ke semua kecamatan yang terkena dampak banjir untuk mengantisipasi banjir susulan.

“Kami sudah sebarkan anggota di tiap kecamatan. Tapi untuk sementara kami lagi fokus di Kali Wanggu, karena disini yang terparah,” bebernya.

(Baca Juga : 200 Rumah di Kendari Direndam Banjir, Dinsos Siapkan Bantuan)

Lanjutnya, BPBD juga menyiapkan dua posko di seputaran Kali Wanggu. Selain itu dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari juga sudah menyiapkan dapur umum untuk logistik para korban banjir.

Dengan intensitas hujan yang masih mengguyur Kota Kendari, Suhardin menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, jangan sampai terjadi longsor dan banjir yang semakin tinggi.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk berhati-hati,” pungkasnya. (B)

 


Reporter : Ramadhan Hafid
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib