iklan zonasultra

Hujan Deras, Empat Rumah Warga Kolut Terendam Banjir

Hujan Deras, Empat Rumah Warga Kolut Terendam Banjir
BANJIR - Intensitas curah hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Kacamatan Batu putih Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) membuat beberapa rumah di desa makkuaseng terendam banjir, Minggu (22/3/2020). (Rusman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Intensitas hujan yang cukup tinggi mengguyur Desa Makkuaseng, Kecamatan Batu putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) membuat beberapa rumah di wilayah itu terendam banjir. Akibatnya warga harus mengungsi ke rumah tetangga untuk semntara waktu.

Salah satu warga Deaa Makkuaseng Nurmina, mengatakan setelah beberapa jam diguyur hujan malam kemarin, air tiba-tiba masuk ke rumahnya. Awalnya air hanya setinggi mata kaki, namun hingga pagi hari sudah mencapai lutut orang dewasa.

Iklan Zonasultra

Baca Juga : Amblas Pascabanjir, Dua Jembatan di Kolut Mulai Digunakan

Kondisi tersebut membuatnya panik, dan langsung mengamankan harta bendanya dengan cara mengeluarkan dari dalam rumah. “Waktu berhenti hujan tadi malam saya kira tidak masuk air dalam rumah, ternyata semakin tinggi,” kata Nurmina melalui sambungan telepon selulernya, Minggu (22/3/2020).

Menurut dia, wilayah tersebut sudah menjadi langganan banjir setiap musim hujan, sebab daerah yang ditempatinya berada di dataran rendah ditambah adanya talud yang menghubungkan dengan desa tetangga kerap membuat air meluap. Sehingga hal itu mengakibatkan beberapa rumah di sekitar wilayah itu mudah tergenang.

“Sudah lama kita rasakan banjir begini, kalau hujan lagi daerah atas pasti banjir lagi,” terangnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Mikkuaseng M Dajar membenarkan hal tersebut, lokasi rawan banjir tersebut berada di dusun 3, dan ada sekitar empat rumah penduduk yang terparah akibat terendam banjir saat ini.

Namun demikian, ia menduga air yang menjadi penyebab banjir tersebut merupakan kiriman dari dataran tinggi yakni dari desa Parunglampe.

“Kasian memang masyarakat di situ karena berada di daratan rendah sehingga air tertampung, biar hujan sedikit tapi deras di bagian atas pasti banjir,” terang Dajar.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi tersebut juga diperparah oleh adanya saluran irigasi yang lebih tinggi dari dari pada wilayah yang dijadikan pemukiman warga. Dajar mengaku kesulitan untuk melakukan pembenahan, sebab medannya diapit oleh gunung.

Baca Juga : Banjir di Kolut Robohkan Pagar Masjid Desa Latowu

Akibat banjir tersebut warga mengungsi ke rumah tetangga, dan mereka hanya bisa pasrah menunggu sampai air surut untuk kembali ke rumahnya.

“Sudah beberapa kali saya tinjau tapi kita kesulitan melakukan pembenahan jadi solusinya yang punya rumah membuat pondasi yang tinggi,”bebernya.

Olehnya itu Dajar berharap ada bantuan dari dinas terkait untuk membantu kesulitan warganya, dan dilakukan pengerukan untuk adanya penimbunan sehingga tidak lagi banjir. (b)

 


Kontributor : Rusman
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib