iklan zonasultra

Hujan Deras Tanpa Henti, Pulau Kabaena Kembali Dilanda Banjir

Hujan Deras Tanpa Henti, Pulau Kabaena Kembali Dilanda Banjir
BANJIR KABAENA - Beberapa titik perkampungan di Pulau Kabaena direndam banjir, Rabu (17/1/2017). Hal itu akibat hujan deras tanpa henti mulai sekitar pukul 02.30 hingga pukul 17.30 Wita. (Foto: Istimewa)

ZONASULTRA.COM, RUMBIA – Sejumlah titik di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulaweai Tenggara (Sultra) terendam banjir akibat hujan deras tanpa henti yang melanda wilayah itu sejak dini hari hingga menjelang malam, Rabu (17/1/2018)

Beberapa titik yang terendam banjir yaitu Kelurahan Teomokole, Kelurahan Rahampuu dan Desa Tedubara.


Risman (40), warga Kelurahan Teomokole, Kecamatan Kabaena mengatakan, hujan yang berlangsung terus menerus sejak pukul 02.30 Wita hingga pukul 17.30 Wita itu menyebabkan sungai meluap dan perlahan masuk di halaman warga.

“Kalau di Teomokole itu sudah mendingan dibanding tahun-tahun sebelumnya karna sudah pernah direnovasi dan ditanggul, itu pun masih juga meluap,” kata Risman.

Hujan Deras Tanpa Henti, Pulau Kabaena Kembali Dilanda BanjirYang cukup rawan itu di Kelurahan Rahampuu karena sungai meluap hingga 3 meter dan masuk ke kolong rumah warga. Begitupula dengan Desa Tedubara. Warga di desa itu dikagetkan dengan luapan sungai yang memasuki halaman warga.

“Puncaknya luapan air itu sekitar pukul 11.30 hingga pukul 14.00 Wita dan pelan-pelan berhenti hingga menjelang magrib,” kata Risman.

Lurah Teomokole, Ilfan Nurdin mengungkapkan banjir yang melanda Kabaena butuh kerjasama semua pihak untuk menanganinya, baik pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

“Kita tidak semata-mata menyoroti pemerintah atas bencana banjir ini, tapi kesadaran kita sebagai masyarakat. Sebab, banjir yang terjadi ini sudah hal biasa dan terus kami carikan solusinya,” tutur Ilfan Nurdin melalui sambungan telepon, Rabu (17/1/2018) malam.

Ilfan juga mengakui jika aktivitas pertambangan di beberapa titik di Kabaena menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di pulau itu. Selain itu, kesadaran warga pegunungan juga harus ditingkatkan. Sebab, dengan alasan menanam pohon cengkeh, banyak warga pegunungan yang merambah hutan.

“Eksplorasi tambang di pulau ini sebaiknya diminimalisir. Pemerintah desa di pegunungan juga harus mampu menekan warga agar kurangi perambahan hutan, gunung sudah hampir gundul, makanya setiap hujan kami pasti kebanjiran,” ujarnya. (B)

 

Reporter: Muhammad Jamil
Editor: Jumriati

1 KOMENTAR

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib