iklan zonasultra

IKKON Rancang Pasar Tradisional di Hutan Bambu Pulau Tomia

IKKON Rancang Pasar Tradisional di Hutan Bambu Pulau Tomia
KOMUNITAS - Tim IKKON RI bersama pengrajin dan komunitas di Tomia membahas rancangan lokasi hutan bambu. (Nova Ely Surya/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI – Tim Inovasi, Kreatif dan Kolaborasi Nusantara (IKKON) merancang pembangunan taman bambu menjadi pasar tradisional dan berbagai macam fungsi lainnya di desa Kahianga, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Tim ini merupakan bagian dari program Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI di Kabupaten Wakatobi.

Yayak, salah satu dari 12 peserta IKKON mengatakan, dirinya yang membidangi arsitektur berencana membuat taman sekaligus pasar tradisional. Dimana nanti akan difungsukan sebagai salah satu tempat wisata di Pulau Tomia.

“Hutan bambu diperkirakan luasnya 50×50 meter dengan desain bangunan selter atau instalasi, pasar produk kerajinan dan kuliner khas Wakatobi. Juga akan berfungsi sebagai salah satu wadah kepariwisataan,” ujar Yayak, Kamis (6/9/2018).


Kata dia, pemilihan Pulau Tomia sebagai plot project itu karena keberadaan hutan bambu di wilayah itu masih cukup besar. Tidak seperti hutan bambu yang ada di Pulau Wangiwangi, Kaledupa dan Binongko.

“Saat ini kami masih inventarisir dengan berbagai macam persiapan dan pembenahan di lokasi. Di Wakatobi kami akan libatkan beberapa pengrajin dan komunitas serta masyarakat setempat untuk bekerjasama membenahi lokasi yang sudah kami targetkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata melalui Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif (Bekraf) Wakatobi, La Mawahid mengungkapkan, tim IKKON RI sebelumnya telah mendampingi pengrajin dan komunitas selama empat bulan, terhitung sejak bulan Mei hingga Agustus tahun ini.

“Sejak bulan Agustus, tim IKKON RI sudah melakukan pendampingan secara produktif untuk menghasilkan peningkatan olahan produk lokal. Misalnya seperti pembuatan parang, kemasan kuliner, tenun, daur ulang sampah plastik, anyaman, pahatan serta berbagai macam bentuk lainnya untuk meningkatkan desain yang tidak monoton,”ungkapnya

Hasil pendampingan itu nantinya akan dipamerkan pada Festival Bahari Pulau Tomia, pada hari tanggal 7 Oktober nanti. (B)

 


Reporter : Nova Ely Surya
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib