iklan zonasultra

Ini Hal yang Harus Dipersiapkan Jelang Ramadan Sesuai Syariat Islam

Ustad Zezen Zaenal Mursalin
Ustad Zezen Zaenal Mursalin

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Menyambut bulan suci Ramadan, setiap umat muslim di muka bumi ini akan berlomba-lomba melakukan kebaikan demi mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT. Namun, perlu Anda ketahui apa saja sebenarnya yang harus dipersiapkan umat muslim agar meraih berkah di bulan suci tersebut.

Kali ini Ustad Zezen Zaenal Mursalin akan berbagi pengetahuan terkait perkara apa yang harus dipersiapkan umat muslim dalam menghadapi bulan Ramadan. Ustad Zezen mengatakan, bulan Ramadan merupakan musim kebaikan terbesar sepanjang tahun. Karena di bulan ini setiap amalan yang dilakukan umat muslim akan mendapat nilai lebih dibanding bulan yang lain.

Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah ilmu yang cukup. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang sesuai dengan Alquran dan hadist Nabi Muhammad SAW. Baik dalam perkara melaksanakan salat, mengaji, bersedakah dan amalan lainnya. Umat muslim harus memahami jika kualitas ibadah lebih penting ketimbang kuantitas ibadah.

“Jadi belum tentu yang banyak ibadahnya lebih baik ketimbang ibadahnya sedikit tapi berkualitas, dan kita perlu bersyukur setiap kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita,” ungkap Ustad Zezen saat ditemui di Islamic Center Muadz (ICM) Kendari, Senin (14/5/2018) malam.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Qoriah “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan” (QS:110 ayat 6 dan 7).

Dalam ayat ini, kata Ustad Zezen, yang terpenting adalah kata yang paling berat timbangannnya, artinya kualitas ibadah menjadi ukuran utama bukan kuantitas. Sehingga itu perlunya ilmu yang cukup kita siapkan dalam menyambut bulan Ramadan.

Kemudian memperbanyak doa kepada Allah SWT. Doa yang dimaksudkan adalah doa meminta umur panjang atau disampaikan umurnya jelang bulan suci Ramadan, sebab saat zaman Nabi Muhammad SAW banyak sahabat yang berdoa untuk disampaikan umurnya 6 bulan sebelum masuk bulan Ramadan.

“Banyak kita lihat saudara kita, Ramadan tahun lalu bersama kita, namun bulan puasa tahun ini dia sudah dipanggil Allah SWT, jadi penting bagi kita untuk memperbanyak doa kepada-Nya,” jelas Ustad Zezen.

Berikut lafaz doa yang disampaikan umat terdahulu: ‘Ya Allah berkahilah hidup kami di bulan Rajab dan Syaban dan sampaikanlah usia kami hingga bulan Ramadan’.

“Selain itu, kita harus perbanyak doa karena jangan sampai puasa ini adalah puasa kita yang terakhir,” ujarnya.

Dua hal ini merupakan sesuatu yang wajib disiapkan sebagai umat muslim untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Selanjutnya, hal lain yang wajib dilakukan adalah mengetahui terbitnya bulan sabit atau hilal untuk menentukan awal dan akhir puasa (saum).

Saat ini pemerintah telah melakukan hal tersebut sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW dimana menentukan awal puasa dengan melihat hilal atau bulan sabit.

Selain itu, persiapan kesehatan fisik juga perlu dipersiapkan dalam menghadapi saum. Memberikan ucapan kepada sesama muslim dan saling memaafkan juga merupakan salah satu hal diperbolehkan untuk dilakukan menjelang bulan puasa. Sebab, saling memaafkan dalam agama dapat dilakukan kapan saja, dan salah satu sifat manusia yang dicintai Allah SWT adalah mudah memaafkan kesalahan orang lain atau pun memberikan maaf.

Mempersiapkan program ibadah dalam bulan puasa juga penting dilakukan agar dapat mengatur waktu dengan baik untuk beribadah.

Zezen juga menambahkan, banyak hikmah yang dapat diraih dalam bulan puasa, diantaranya saum mengajarkan kita untuk disiplin, melatih kesabaran, meningkatkan persatuan umat, mengajarkan memiliki solidaritas dan tenggang rasa yang tinggi, mengajarkan kedermawanan serta memiliki perasaan selalu diawasi oleh Allah SWT.

“Terlepas dari persiapan di atas, kita sebagai umat muslim harus ikhlas dan memiliki tekad atau niat yang kuat untuk menjalan ibadah sebaik-baiknya dalam bulan suci Ramadan. Dengan begitu keutamaan bulan puasa dapat kita raih,” tegasnya. (B)

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib