iklan zonasultra

Ini Kronologi Penemuan Dua Mayat Gadis di Baubau

Warga Kembali Temukan Mayat, Diduga Rekan Korban di Simpang Lima Palagimata
PENEMUAN MAYAT - Warga sekitar Kelurahan Katobengke saat mengevakuasi sosok mayat, Senin (24/2/2020). Sosok mayat remaja perempuan itu ditemukan seorang nelayan di pesisir pantai Lakeba, sekira pukul 08.00 WITA. (Foto Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap kronologi penemuan dua mayat gadis di Kota Baubau. Keduanya ditemukan pada hari Minggu (23/2/2020) dan Senin (24/2/2020).

Pertama, mayat Wa Inni (15) ditemukan di Simpang Lima Jalan Padat Karya, Kelurahan Waborobo, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Minggu (23/2/2020) sekitar pukul 19.40 Wita.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sultra La Ode Proyek membeberkan, bahwa gadis tersebut awalnya ditemukan tak bernyawa tergeletak di pinggir jalan. Jenazah pertama kali ditemukan oleh La Ode Abdul Karim (51) pukul 19.28 Wita saat pulang dari rumah anaknya di BTN Nahdlatul kawasan simpang lima. Bukan menolong, justru dia lari meninggalkan jenazah tersebut.

iklan zonasultra

“Ia bertemu dengan pengendara lain menyampaikan kalau di jalan itu ada seseorang yang tergeletak di aspal. Ia menyampaikan jangan sampai itu adalah jebakan karena di lokasi tersebut sering terjadi begal. Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya,” jelas La Ode Proyek dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/2/2020).

(Baca Juga : Mayat Perempuan Penuh Darah Ditemukan Warga di Simpang Lima Palagimata Baubau)

Sementara itu saksi lainnya, Falen (25), mengaku sempat diberitahu oleh Karim bahwa ada orang yang tergeletak, namun Karim takut karena menduga itu jebakan begal. Falen tak menghiraukan itu, namun ia tetap lewat dan menemukan seorang perempuan yang tergeletak di aspal dan mendekati korban.

“Seketika ia segera menghubungi petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Murhum Brigpol Sofyan Sukmawan melalui telpon seluler menyampaikan di sekitar simpang lima ia menemukan seorang perempuan tergeletak di atas aspal dalam keadaan mengeluarkan darah dan tidak bergerak,” tandasnya.

La Ode Proyek menambahkan, pukul 19.45 Polsek Murhum datang ke TKP. Pihaknya melakukan sterilisasi dan mengamankan lokasi korban terbujur kaku dengan memasang garis polisi. Polisi lalu melakukan olah tempat kejadian perkara.

Mayat Perempuan Penuh Darah Ditemukan Warga di Simpang Lima Palagimata Baubau
MAYAT – Warga Simpang Lima, Jalan Palagimata, Kelurahan Waborobo, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan bersimbah darah, Minggu (23/2/2020), sekira pukul 20.00 WITA. (Risno Mawandili/ZONASULTRA.COM)

“Dalam oleh TKP, polisi menemukan satu buah dompet yang berisikan KTP, SIM, dan Identitas lainnya milik Gusti. Satu pasang sendal yang digunakan oleh Wa Inni dan beberapa buah peralatan motor. Hasil pemeriksaan medis, korban mengalami lima luka senjata tajam dan satu luka benda tumpul,” terangnya.

Sekitar 12 jam kemudian, jenazah Wa Devi juga ditemukan di Pantai Lakeba Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau Senin (24/2/2020) sekitar pukul 08.40 Wita. Wa Devi ditemukan kurang lebih 4 kilometer dari lokasi Wa Inni ditemukan.

(Baca Juga : Warga Kembali Temukan Mayat, Diduga Rekan Korban di Simpang Lima Palagimata)

La Ode Proyek menerangkan bahwa Wa Devi ditemukan oleh seorang nelayan bernama Taslim (35) usai sepulang menangkap ikan. Ia melihat seseorang yang mengapung di dekat batu bibir pantai. Ia segera mendekati jenazah tersebut.

“Menurut saksi ada seorang perempuan yang ia tidak ketahui identitasnya dalam keadaan tidak bergerak. Ia langsung ke pantai dan menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Katobengke Brigpol Sofyan dan Lurah Katobengke Irsyad Cahyadin,” jelasnya.

Pukul 09.00 Wita, lanjut La Ode Proyek, anggota Polsek Murhum tiba di lokasi penemuan jenazah tersebut. Lalu mereka mengamankan lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke Pantai Lakeba. Selanjutnya dilakukan olah TKP oleh tim Inafis Polres Baubau.

Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau. Korban lalu diperiksa oleh tim medis. Hasilnya, disimpulkan bahwa Wa Devi meninggal karena tikaman di beberapa bagian tubuh korban.

“Terdapat dua luka tusuk pada perut, luka tusuk pada leher, luka sabetan pada dagu, paha sebelah kiri dan pergelangan tangan sebelah kiri. Polisi hingga kini masih mengumpulkan keterangan saksi untuk mencari terduga pelaku,” pungkas La Ode Proyek. (A)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib