iklan zonasultra

iklan zonasultra

Ini Penyebab Meninggalnya Bintara Polda Sultra

14742
Ini Penyebab Meninggalnya Bintara Polda Sultra
PRA REKONSTRUKSI - Propam Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan pra rekontruksi atas meninggalnya Bripda Muh. Fathurrahman Ismail di Barak Dalmas Polda Sultra, Senin (3/9/2018). (Foto: Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari telah melakukan visum dan autopsi kepada anggota Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) Bripda Muh. Fathurrahman Ismail yang meninggal setelah dianiaya dua orang seniornya dini hari tadi, Senin (3/9/2018).

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt mengatakan, kesimpulan dari dokter bahwa korban meninggal karena luka memar dan adanya retak pada tulang rusuk sebelah kiri, yang menyebabkan terjadinya gangguan jantung akibat trauma tumpul yang keras dan kuat (commutio cordis).

“Hasil visum luar ada luka memar pada dada sebelah kiri, luka memar pada perut bagian bawah,” ujar Harry melalui pesan WhatsApp, Senin (3/9/2018).

Sementara hasil autopsi ditemukan retak pada tulang rusuk sebelah kiri yakni pada tulang rusuk nomor 7. Kemudian ada kemerahan pada pembungkus jantung dan kemerahan pada permukaan jantung. Selain itu, terdapat resapan darah pada otot perut bawah.

(Berita Terkait : Diduga Dianiaya Dua Seniornya, Bintara Polda Sultra Tewas)

Lanjut Harry, terkait kasus itu, tadi sekitar pukul 07.45 Wita bertempat di Barak Dalmas Polda Sultra sudah dilaksanakan pra rekontruksi propam dengan terduga pelanggar Bripda Zulfikar dan Bripda Fislan.

Kedua polisi itu diduga menganiaya hingga menyebabkan bintara Remaja Polda Sultra Muh. Fathurrahman Ismail meninggal dunia. Propam juga memeriksa saksi-saksi yakni 4 personel piket propam, 9 personel Sabhara, dan 1 ahli dari dokter kesehatan. (A)

 


Reporter: Muhamad Taslim Dalma
Editor: Jumriati

1 KOMENTAR

  1. Sangat d sayangkan ,ssorg senior yg d anggap panutan junior2x malah melakukan hal sekeji inii, semoga d lapangkan kuburx

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib