Ini Tips Hindari Sakit Telinga Saat Penerbangan

Ilustrasi
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pernahkah Anda merasakan sakit pada telinga saat penerbangan ? Jika pernah tentunya hal itu membuat Anda tidak nyaman saat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.

Namun tahukah, penyebab rasa sakit ini adalah perubahan tekanan udara di telinga. Dilansir dari akun Instagram @kemenhub151 bahwa hal itu terjadi karena organ telinga yang bernama tuba eustachius tidak mampu menyamakan tekanan udara di dalam telinga dengan di luar telinga saat penerbangan.

Ketika melakukan penerbangan, tekanan udara berubah secara drastis. Akibatnya, telinga tidak sempat beradaptasi untuk menyamakan tekanan udara.

(Baca Juga : 8 Tips Mencegah Penyakit Diabetes)

Olehnya itu, sakit di telinga pun tidak terhindarkan baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Nah, agar telinga tidak terasa sakit saat melakukan penerbangan, ikuti tips sebagai berikut.

Pertama, kunyahlah permen karet, keripik, atau permen keras. Gerakan mengunyah dan menelan akan membantu telinga mengatur keseimbangan tekanan udara.

Selain itu, dapat meningkatkan produksi air Iiur di dalam mulut. Hal ini untuk saluran tuba tetap terbuka dan tekanan udara di luar dan dalam telinga sama besar. Dengan begitu, dapat mengurangi rasa sakit saat naik pesawat.

Kemudian langkah kedua yang mesti dilakukan adalah menguap. Dijelaskan menguap adalah cara ampuh untuk mengatasi sakit telinga saat naik pesawat. Menguap akan membebaskan udara yang terjebak dalam saluran tuba, sehingga telinga tidak akan terasa sakit.

Dan, langkah ketiga adalah menghembuskan napas dengan hidung dan mulut tertutup. Jika tidak membawa permen karet ataupun tidak mengantuk, cara termudah yang dapat dilakukan adalah tarik napas Ialu tutup hidung dengan satu tangan, hembuskan dalam kondisi mulut dan hidung tertutup. Hembusan napas akan mendesak saluran tuba untuk tetap terbuka.

Itulah tips menghindari sakit telinga saat penerbangan. Semoga dengan melakukan langkah tersebut, Anda bisa terhindar dari sakit telinga yang membuat tidak nyaman saat penerbangan. (b)

 


Kontributor : Sitti Nurmalasari
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib