Insentif Tenaga Honorer Puskesmas Kontukowuna Muna Diduga Disunat

Insentif Tenaga Honorer Puskesmas Kontukowuna Muna Diduga Disunat
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, RAHA – Sejumlah tenaga honorer di lingkup Puskesmas Kontukowuna, Kecamatan Kontukowuna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) gerah dengan ulah kepala puskesmas setempat.

Pasalnya, dana insentif sejak April hingga Desember 2018 lalu yang sudah dibayarkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muna mengalami pemotongan mulai dari Rp125 hingga Rp975 ribu tanpa persetujuan para tenaga honorer.

“Dari total Rp1,4 juta, honor saya dipotong hingga Rp350. Jadi saya terima sisa Rp1 juta saja,” keluh salah satu honorer yang enggan disebutkan namanya, Kamis (17/1/2019).

(Baca Juga : Terhambat 9 Bulan, Besok Dana Insentif Tenaga Kesehatan di Puskesmas Muna Dibayarkan)

Padahal kata dia, di dalam surat keputusan (SK) semestinya mereka menerima insentif sebesar Rp1,4 juta dengan besaran Rp200 ribu per bulan. Selain dirinya, bahkan ada honorer yang dipotong hingga Rp975 ribu.

“Dia memang jarang berkantor, tapi pada saat penerimaan ada namanya. Namun setelah ditanyakan dia hanya diberi Rp400 ribu saja. Parahnya lagi, pemotongan itu tanpa persetujuan,” bebernya.

Bahkan katanya pemotongan itu sudah berjalan sejak awal Januari 2018 lalu. “Sebenarnya Januari 2018 kita terima per triwulan sebesar Rp600 ribu. Tapi itu dipotong juga hingga Rp200 ribu,” kesalnya.

Sementara Kepala Puskesmas Kontukowuna, Siti Latifa Siidi menepis isu soal pemotongan insentif tenaga honorer hingga sebesar Rp350 ribu per orang.

“Tidak ada itu pemotongan sampai Rp350 ribu. Itu tidak benar,” terang Latifa saat dihubungi, Kamis (17/1/2019).

Namun dirinya mengaku kalau ada pengurangan insentif tersebut berdasarkan kedisiplinan para aparatnya. Sayangnya, dia enggan menjelaskan secara detail besaran pengurangan itu.

“Pengurangan itu sudah disepakati dengan bendahara. Mereka yang dipotong karena terbukti malas masuk kantor. Tidak mungkin kita mau bayar kalau sebulan sekali masuk kantor,” tegasnya.

Kata dia pengurangan insentif itu diberikan kepada honorer yang disiplin namun tak terdaftar dalam SK. “Jadi yang kita prioritaskan mereka yang rajin. Karena kalau yang malas itu, kita sudah bicarakan untuk dipotong honornya,” ujarnya. (a)

 


Kontributor: Nasrudin
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib