iklan zonasultra

Jaga Keutuhan Gigi dengan Rutin Bersihkan Karang Gigi

Jaga Keutuhan Gigi dengan Rutin Bersihkan Karang Gigi
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Untuk tetap menjaga keutuhan gigi sampai usia lanjut, seseorang sangat dianjurkan melakukan pembersihan karang gigi dan rajin mengontrol kesehatan gigi ke dokter.

Drg. Dian Fatmawati mengatakan, pembersihan karang gigi sebaiknya dilakukan setiap enam bulan sekali. Bagi perokok dianjurkan setiap tiga bulan sekali.

Sebab, pada gigi seorang perokok, bukan hanya terdapat karang gigi, namun di permukaan juga terdapat perlekatan dari pewarnaan asap rokok jika pada saat menggosok gigi tidak dilakukan dengan cara yang baik dan benar.

iklan zonasultra

Gejala ringan yang akan terjadi pada seseorang yang tidak pernah melakukan pembersihan karang gigi adalah gusi berdarah dan bengkak. Sedangkan untuk gejala paling beratnya, gusi akan turun sehingga mengakibatkan gigi mudah goyang.

Dian mengatakan, kalkulus gigi (karang gigi) disebabkan sisa makanan yang terlalu lama menumpuk di permukaan. Akibat dari cara menggogsok gigi yang kurang tetap menyebabkan plak-plak tersebut menjadi keras membentuk karang.

“Ngasal sikat aja, padahal di sela-sela gigi itu nggak bersih. Nah lama kelamaan akan menjadi karang gigi,” jelas drg. Dian ditemui di Kendari, Sabtu (27/10/2018).

Selain itu, kata Dian, mengunyah pada satu sisi, juga menjadi penyebab munculnya karang gigi. Sering ditemukan pada pasien, mengunyah satu sisi karena kondisi gigi yang berlubang. Dengan mengunyah hanya pada satu sisi otomatis sisa makanan akan menumpuk di sisi lainnya.

“Misal, karena tidak pernah difungsikan dengan alasan berlubang di sebelah kanan, jadi dia ngunyah di sebelah kiri terus menerus,” jelasnya.

Dengan tidak seimbangnya proses pengunyahan tersebut, kata Dian, akan menimbulkan dampak lain yaitu temporomandibular joint (sendi yang melekat pada tulang tengkorak) atau sendi yang mempertemukan rahang atas dan rahang bawah).

“Efek samping yang akan dirasakan seseorang yaitu seperti pusing,” tutupnya. (B)

 


Reporter: Sitti Nurmalasari
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib