iklan zonasultra

Jelang Pencoblosan, PWNU Sultra Imbau Masyarakat Jangan Golput

Ketua PWNU Sultra KH Muslim
KH Muslim

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Masyarakat Sulawesi Tenggara diimbau menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Serentak pada 17 April 2019 alias tidak golput. Imbauan
menjelang hari pencoblosan itu datang dari Pengurusan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketua PWNU Sultra, KH Muslim mengatakan, pesta demokrasi rakyat Indonesia ini adalah salah satu cara untuk menentukan kepemimpinan. Berdasarkan tuntutan nabi Muhammad Saw, jangankan memanage satu negara, kita melakukan perjalanan atau musafir tiga orang saja, dituntut untuk mengangkat pimpinan. Apalagi konteks bernegara perlu mengangkat pimpinan.

“Mari kita ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi, Jangan mengambil jalan untuk golput, terkadang ada masyarakat yang bilang golput itu adalah pilihan, tapi itu pilihan yang tidak menentukan sikap dan tidak punya arah,” kata Muslim, Sabtu (6/4/2019).

iklan zonasultra

(Baca Juga : Kesbangpol Sultra: Golput itu Pilihan, Tapi di Luar Kewajaran)

Selain itu, kata dia, pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahun ini berangkat dari sebuah perbedaan, namun perbedaan dalam berdemokrasi itu dalam rangka menuju persatuan. Olehnya itu, Muslim mengingatkan, agar umat beragama tidak diintervensi secara untuk menetukan pilihan politik melalui rumah ibadah.

“Rumah ibadah sebagai tempat berhimpun kita, jangan jadikan tempat saling mengintervensi, saling mempengaruhi dalam menentukan suatu pilihan,” harapnya.

Untuk itu, selaku Ketua PWNU Sultra, Muslim mengajak masyarakat tetap menjaga, kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa, meski berbeda pilihan politik, tetapi perbedaan itu merupakan proses menuju pada persatuan yang jelas.

“Kita kan nanti berbeda dalam pemilihan presiden, tapi setelan pemilihan kita menyatu kembali karena sudah memiliki seorang presiden yang sudah terpilin dan itu presiden kita bersama,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, ketua PWNU Sultra ini juga mengimbau kepada masyarakat bumi anoa agar tidak lagi mempertentangkan pancasila sebagai dasar negara karena pancasila itu harga mati

Ideologi Pancasila itu untuk bangsa Indonesia sudah final, dan menjadi petunjuk bagi semua kegiatan warga negara dalam berbangsa dan bernegara.

” Pancasila menjadi kekuatan bangsa untuk menciptakan kedamaian dan ketentraman bagi negara NKRI, itu harga mati,” tegasnya. (b)

 


Kontributor : Fadli Aksar
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib