iklan zonasultra

Jokowi Kurban Sapi Seberat 750 Kilogram di Sultra

Jokowi Kurban Sapi Seberat 750 Kilogram di Sultra
KURBAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurban satu ekor sapi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sapi pilihan Presiden Jokowi berjenis peranakan ongole (PO) dengan berat 750 kilogram. (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurban satu ekor sapi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sapi pilihan Presiden Jokowi berjenis peranakan ongole (PO) dengan berat 750 kilogram.

Kasubag Bina Keagamaan, Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Sultra, Daryodi menjelaskan, sapi seharga Rp46 juta itu telah sesuai dengan standar dan berat sapi yang diminta pihak istana kepresidenan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.

“Jadi kami bersama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sultra hanya disampaikan oleh pihak kepresidenan untuk mencari sapi sesuai standar. Minimal bobot 700 kilogram. Dan alhamdulilah kita mendapatkan seberat 750 kilogram,” terangnya saat dihubungi, Selasa (6/8/2019).

iklan zonasultra

Sapi tersebut, lanjutnya, didapatkan dari Ismail, salah satu warga di Desa Cialam, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Menurutnya, sapi jenis peranakan ongole berwarna putih itu telah memenuhi syarat kelayakan sebagai hewan kurban, mulai dari usia, kesehatan maupun syarat dalam syariah Islam.

(Baca Juga : 5.400 Ekor Sapi di Sultra Siap Dipotong untuk Kurban)

Pihak Istana juga telah melihat secara langsung dan mengecek kondisi sapi kurban Presiden Jokowi. Rencananya, sapi kurban milik Jokowi itu akan dikurbankan di Pondok Pesantren Modern Gontor Putri IV, di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Konsel.

“Penyerahan akan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Sultra Ali Mazi ke pihak Pondok Pesantren, kemungkinan dua hari sebelum lebaran Iduladha. Kenapa kita memilih di Pondok Pesantren karena berdekatan dengan kandang sapi, dan waktu kita kurban di tempat lain itu ada kendala,” bebernya. (b)

 


Reporter: Randi Ardiansyah
Editor: Jumriati
Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib