iklan zonasultra

Jurusan D-III Keperawatan Poltekes Kendari Laksanakan Pengabmas pada Masyarakat Pesisir

Jurusan D-III Keperawatan Poltekes Kendari Laksanakan Pengabmas pada Masyarakat Pesisir
PELATIHAN - Pelatihan tim Dosen Poltekes Kendari yang berjumlah delapan orang tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Desa Sponda Laut Kecamatan Soropia, Kamis,(6/12/2018). (M1/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,KENDARI – Tim dosen Jurusan D-III Keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kendari melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah pesisir khususnya di Desa Saponda Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe.

Direktur Poltekes Kendari Askrening mengatakan pengabdian masyarakat merupakan salah satu wujud tri dahrma perguruan tinggi mengingat visi dan misi Poltekkes Kemenkes Kendari yang mengacu pada kompetensi masyarakat maritim.

Kegiatan dilaksanan pada 6 Desember 2018 itu fokus pada dua kegiatan yakni pelatihan Bantuan Hidup Dasar ( BHD ) dan pelatihan mengidentifikasi penderita dekompresi pada nelayan tradisional.

iklan zonasultra

Kegiatan ini diikuti oleh 8 orang yaitu Muslimin,Indriono Hadi , Dian Yuniar, Reni Devianti Usman,Nurfantri, Muhaimin Saranani,Akhmad

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Saponda Laut terhadap penanganan kondisi yang mengancam nyawa dengan tindakan BHD dan mengidentifikasi penderita dekompresi (pengurangan atau peniadaan tekanan) pada nelayan tradisional

“Materi pelatihan BHD yang disampaikan oleh Sekertaris jurusan D-III Keperawatan adalah tentang BHD, indikasi melakukan tindakan BHD, prosedur tindakan dan teknik evaluasi tindakan BHD yang dilakukan oleh masyarakat awam,” terang Askrening.

Adalun Pelatihan dalam mengidentifikasi penderita penyakit dekompresi pada nelayan tradisional karena hal itu dilatar belakangi oleh banyaknya kasus penyakit dekompresi pada penyelam maupun nelayan tradisional di wilayah pesisir Kecamatan Soropia.

Dengan pelatihan itu diharapkan warga khsususnya nelayan dapat mengetahui factor risiko dan penatalaksanaan decompresi sehingga memninimalkan atau bahkan menghindari kejadian decompresi akibat penyelaman serta dapat melakukan penanganan awal dan berkelanjutan terhadap kasus dekompres.

Penyakit dekompresi (caisons Disease) bisa mengalibatkan kelumpuhan atau kelemahan pada ekstremitas bawah, mengalami kesulitan dalam berkemih dan gangguan pendengaran, hal ini dapat berdampak pada ekonomi keluarga dan kualitas hidup nelayan penyelam.

Pembantu Direktur (Pudir I ) Poltekkes Kemenkes Kendari Ahmad mengatakan mengapresiasi antusiasme masyarakat dan penerimaan ketika tim Poltekkes Kemenkes Kendari datang memberikan pelatihan.

“Berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat dan berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan berkesinambungan sehingga dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat pesisir,” tutur Ahmad yang ditemui di kampus Poltekkes Kendari di bilangan Anduonohu pda Jumat siang. (C)

 


Penulis : M1
Editor : Tahur Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib