Kabupaten Konawe Dinilai Belum “Siap” Selenggarakan Pilkada

Tingkatkan Pemahaman PTPS, Panwaslih Bombana Beri Penajaman Materi
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Kesiapan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk melaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) mulai dipertanyakan, pasalnya hingga saat ini anggaran Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Konawe dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) belum juga dicairkan.

Meski Naskah Penyerahan Hiba Daerah (NPHD) telah ditandatangani pihak terkait, anggaran kedua penyelenggara ini tak kunjung diberikan, akibatnya sejumlah rencana kerja yang telah dibuat kerap dimundurkan akibat belum adanya anggaran, bahkan beberapa diantaranya terpaksa ditiadakan.

Tidak hanya “berantakannya” rencana kerja yang telah dibuat. Mirisnya lagi, honor penyelenggara, operasional, hingga dana belanja alat tulis kantor (ATK) (KPUDd dan Panwaskab) ternyata sudah dua bulan tidak dibayarkan.

Koordiv HPP Panwascam Unaaha, Imran Leru mengaku mulai kesal dengan sikap Pemda Konawe yang seakan-akan sengaja menghambat proses pencairan anggaran untuk kedua penyelenggara ini.

(Baca Juga : Persiapan Pengamanan Kampanye, Kapolres Konawe Cek Kelengkapan Dinas Personel)

“Harusnya Pemda Konawe memprioritaskan kedua lembaga ini, karena sukses dan tidaknya Pilkada Konawe tergantung dari kedua lembaga ini. Jangan hanya proyek saja yang diurus,” Kata Imran kepada awak zonasultra.com, Selasa (20/2/2018)

Belum cairnya anggaran Panwaskab dan KPUD lanjut Imran, menunjukkan kepada publik, bahwa Kabupaten Konawe belum siap untuk melaksanakan Pilkada serentak pada 27 Juni mendatang.

Imran menegaskan jika Pemerintah Daerah Konawe tak kunjung mencairkan anggaran Panwas Konawe, maka Panwascam se-Konawe serta penyelenggara KPUD di tingkay bawah akan menggelar aksi mogok. Sebab keterlambatan pencairan anggaran hanya terjadi di Kabupaten Konawe saja.

“Di kabupaten lain kan sudah selesai pencairannya sejak Januari lalu, sementara Konawe sampai saat ini belum ada juga. Informasi yang saya dapat itu terhabat karena tandatangan yang berubah-ubah, saya belum tahu apakah orang bertandatangan berubah-ubah atau apa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badang Pengelaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Konawe, Ferdinan belum memberikan keterangan resmi terkait terhambatnya proses pencairan dana penyelenggara.

Informasi yang dihimpun awak zonasultra.comketerlambatan pencairan anggaran KPUD dan Panwaskab Konawe dikarenakan belum adanya dana transferan dari Kementrian Keuangan, sehingga kas daerah saat ini masi kosong. (B)

 


Reporter : Dedi Finaskiar
Editor : Abdul Saban

loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib