Kamtibmas Kurang Mendukung, Acara Joget di Wakatobi Dihentikan

Camat Wangiwangi Sahibuddin
Sahibuddin

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI – Dalam jangka waktu yang tidak ditentukan, acara joget di wilayah Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) dihentikan sementara.

Camat Wangiwangi Sahibuddin mengatakan, penghentian ini dilakukan karena kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah itu kurang mendukung sejak dua minggu terakhir. Ditambah lagi dengan perhelatan Pemilu 2019 yang semakin dekat.

“Kita mengantisipasi seminimal mungkin agar tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan, terutama jelang pemilu 2019 sehingga urusan keamanan dan ketertiban ini adalah urusan kita semua,” ujar Sahibuddin di kantornya, Rabu (6/3/2019).

Dirinya kemudian mengundang kepala desa dan lurah se-Kecamatan Wangiwangi bersama pihak kepolisian untuk membahas situasi kamtibmas di wilayah itu.

(Baca Juga : Terkena Lemparan Batu Acara Joget, Ibu di Wakatobi Tewas)

Hasil dari pertemuan tersebut diputuskan acara joget dihentikan mulai Rabu, 6 Maret 2019 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Kesepakatan ini kami akan tidak lanjuti dengan surat edaran atau imbauan kepada semua desa dan kelurahan supaya kesepakatan ini dapat disosialisasikan kepada seluruh masyarakat,” kata Sahibuddin.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Wangiwangi Iptu Idris Unga membenarkan situasi dan kondisi wilayah Wangiwangi akhir-akhir ini sangat riskan karena banyak persoalan yang terjadi berawal dari acara joget. Terutama para pemuda yang selalu tawuran.

Acara joget juga dihentikan mengingat saat ini sedang menghadapi pemilu. Suhu politik yang akan sangat tinggi nantinya dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika acara joget terus menerus dilakukan.

“Sebelum itu terjadi maka kita hentikan dulu sementara. Kemungkinan nanti setelah pemilu baru kita rembuk kembali bagaimana langkah selanjutnya,” kata Kapolsek.

Acara joget di daerah itu memang telah menelan korban. Seorang wanita bernama Wa Tija (42) yang beralamat di Kelurahan Wandoka, Kecamatan Wangiwangi, meninggal dunia karena kepalanya terkena lemparan batu yang berasal dari lokasi acara joget tak jauh dari rumahnya. Di acara joget itu ada pemuda yang bertikai hingga terjadi aksi saling lempar batu. (b)

 


Kontributor : Nova Ely Surya
Editor: Jumriati

1 COMMENT

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib