iklan zonasultra

Kapolres Konut Olah Lahan Kosong Jadi Lokasi Budidaya Ikan dan Sayur

Kapolres Konut Olah Lahan Kosong Jadi Lokasi Budidaya Ikan dan Sayur
BUDIDAYA - Tim jajaran Polres Konut dimpimpin Kapolres Konut, AKBP Achmad Fathul Ulum saat mendesain tempat penakaran budidaya ikan lele, ikan mas dan sayuran bertempat di plataran Kantor Polres Konut.(Jefri/ZONASULTRA.COM).

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Achmad Fathul Ulum bersama jajarannya melakukan pengembang biakan budidaya ikan lele, ikan mas dan sayuran jenis kangkung.

Kegiatan itu dilakukan di sela-sela tugas mereka sebagai aparat pengamanan dalam lingkungan masyarakat dan wilayah Konut.

Iklan Zonasultra

Aksi perwira berpangkat dua bunga melati ini terbilang kreatif. Sebab, mampu melahirkan ide mengeksploitasi lahan kosong di sekitar pelataran kantor Polres Konut menjadi salah satu sarana lumbung pangan, dan lumbung perikanan yang bermanfaat sebagai tambahan kebutuhan hidup.

Dari pantauan awak media Zonasultra.Com, budidaya yang dilakukan terlihat rapi, dan bersih serta tidak merusak lingkungan seperti menggali tanah dan lainnya. Barang-barang bekas pun dimanfaatkan sebagai wadah pengembangan budidaya. Drum-drum plastik berukuruan besar dan gelas plastik bekas air meneral dikumpul dan didesain manual oleh para personel Polres Konut sebagai tempat budidaya ikan dan sayur.

Kapolres Konut Olah Lahan Kosong Jadi Lokasi Budidaya Ikan dan SayurKapolres Konut menguraikan, proses pembuatan budidaya ikan yaitu drum plastik yang telah disediakan dibaringkan dengan posisi melintang lalu dipotong memanjang. Agar tidak goyang diberi pengganjal dibawa drum, selanjutnya diisi air bersih melalui aliran pipa air yang telah didesain.

“Penutup atas drum kita fungsikan sebagai kerang untuk mengganti air agar ikan-ikannya agar dapat berkembang biak dengan baik,”ungkapnya dikonfirmasi, Rabu (3/6/2020).

Dikatakan, sedangkan untuk tempat budidaya sayur, gelas-gelas bekas air mineral yang difungsikan sebagai pot dibersihkan lalu diberi lubang-lubang kecil sebagai tempat keluar masuknya air. Selanjutnya diisi bibit sayuran kemudian ditaruh di atas drum yang telah dirangcang menggunakan jaring-jaring dari tali tempat dudukan gelas.

“Setengah gelas mineralnya (pot) didudukan dengan posisi terendam air yang berfungsi sebagai asupan makanan bibit sayurnya,”tambahnya.

Pria lulusan akademi kepolisian tahun 2000 ini mengungkapkan, program budidaya ikan dan sayur yang dilakukan tidak hanya bermanfaat untuk makanan saja, tapi juga dapat melatih jiwa, kesabaran dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum dan pengayom masyarakat, serta menciptakan hidup yang penuh makna dan inspiratif.

“Untuk awal ini ikita sudah buat tempat budidaya ikan sebanyak 15 drum dengan isi ribuan ekor ikan mas dan lele. Sedangkan sayuran ada ratusan tempat kita buat dan telah diisi bibit sayur jenis kangkung. Hasil dari budidaya ini juga akan kita bagikan nanti kepada masyarakat. sekitar 3 bulan sudah bisa panen,”ujarnya.

Olehnya itu, pihaknya mengharapkan masyarakat di Bumi Oheo itu dapat memanfaatkan lahan yang ada dan mencari ide-ide kreatif untuk dikembangkan sebagai tujuan mengatasi kebutuhan hidup. Terlebih, kondisi pandemi covid-19 saat ini penuh dengan keterbatasan juga berpengaruh pada ekonomi dan tingkat kebutuhan hidup sehari-hari. (b)

 


Reporter : Jefri Ipnu
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib