iklan zonasultra

iklan zonasultra

Kasus Perambahan Hutan di Butur, BKSDA Segera Lakukan Lacak Balak

19

Kepala Seksi Penyidikan BKSDA Sultra Prihanto kepada awak zonasultra.com, Jumat (23/1/2015) di ruangan kerjanya mengatakan saat ini BKSDA tinggal tunggu jawaban dari Kementrian Kehutanan. 

Kepala Seksi Penyidikan BKSDA Sultra Prihanto kepada awak zonasultra.com, Jumat (23/1/2015) di ruangan kerjanya mengatakan saat ini BKSDA tinggal tunggu jawaban dari Kementrian Kehutanan. 
“Kami ingin secepat mungkin melakukan lacak balak untuk mengetahui asal usul kayu-kayu yang digunakan untuk pembuatan kapal tersebut, namun belum ada jawaban dari pusat,” tuturnya. 
Sambil menunggu jawaban dari Kementrian Kehutanan, saat ini BKSDA akan memanggil Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Utara (Butur) yaitu Dinas kehutanan (Dishut). ( BACA JUGA : Dishut Butur Bantah Lakukan Pembiaran Perambahan Kawasan Hutan Lindung) 
“Kita akan panggil Dishut Butur dan kita BAP, kita minta keterangan lokasinya, apakah itu termasuk hutan lindung, konservasi, produksi. Mereka kan pernah mengadakan peninjauan lokasi,” katanya.
Menurut dugaan sementara dari BKSDA, lokasi yang akan di lacak balak masuk dalam lokasi hutan Konservasi. “Itu masih dugaan kami, dan itu akan terbukti apabila sudah dilakukan lacak balak,” tuturnya.
Untuk informasi hutan konservasi yang ada di Sultra berjumlah 12 dan salah satunya berada di Butur dengan luas kurang lebih 82 hektare.

Sebelumnya diberitakan, adanya aktifitas pembuatan kapal yang berlangsung di Desa Waode Angkalo dan Desa Eensumala, Kecamatan Bonegunu, dimana material kayunya disinyalir berasal dari kawasan hutan lindung. Kepala desa (kades) masing-masing, AF (Kades Angkalo) dan WI (Kades Eensumala) diduga terlibat. (Awi)

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib