iklan zonasultra

Keciprat Rp3 Miliar dari BKKBN Pusat, Pemkot Baubau Fokus Atasi Stunting

Keciprat Rp3 Miliar dari BKKBN Pusat, Pemkot Baubau Fokus Atasi Stunting
MEMUKUL GONG - Kepala BKKBN Hasto Wardoyo didampingi Wali Kota Baubau AS Tamrin, memukul gong tanda telah resminya program integrasi kampung KB dengan kampung nelayan Palabusa, Kota Baubau, Rabu (4/11/2020).

ZONASULTRA.COM,BAUBAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) keciprat anggaran dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKBN) Pusat senilai Rp3 miliar di tahun 2021. Anggaran itu bakal difokuskan untuk mengatasi masalah stunting pada 10 kampung KB di Kota Baubau.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, agar Kampung KB di Kota Baubau bisa menjadi percontohan untuk Sultra maka mesti serius diperhatikan masalah stunting. Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak, baik pertumbuhan tubuh maupun otak.

“Saya bilang ke pak wali tadi, lingkungan pantai itu biasanya kumuh, tapi ini tidak. Ini contoh kampung yang berkualitas. Tapi jika ingin jadi percontohan selain bersih juga bisa mengendalikan stunting. Olehnya itu kader-kader keluarga berencana ke depan harus mengusahakan bagaimana stunting itu jangan terjadi. Ke depan seperti itu, karena kualitas SDM (sumber daya manusia) itu penting,” ujar Hasto saat wawancara usai mengunjungi Kampung KB Palabusa di Kota Baubau, Rabu (4/11/2020).

Hal itu diungkapkan Hasto setelah melihat perkembangan kampung KB sekaligus kampung nelayan Palabusa yang dibentuk sejak 2016 lalu. Saat berkunjung, dia memuji keberhasilan lingkungan Kampung KB Palabusa. Menurutnya jarang ditemukan ada kampung KB sekaligus kampung nelayan yang lingkungannya bersih. Katanya, nyaris tidak melihat sampah plastik di pantai mau pun rumah-rumah warga yang notabena tinggal di pesisir.

Selain itu, dia juga memuji keberhasilan pemerintah di bidang pelayanan kesehatan. Di mana kepesertaan BPJS kesehatan nyaris mencapai 100 persen dari total penduduk 2.178 jiwa, serta warga yang taat mengikuti program KB sudah di atas 60 persen. Hasto menyebut Kelurahan Palabusa bisa menjadi percontohan bagaimana integrasi holistik kampung KB dengan kampung nelayan.

Soal menjadi percontohan ini juga telah menjadi fokus Pemkot Baubau. Bakan, kata Wali Kota Baubau AS Tamrin, pihaknya menargetkan pada 2023 seluh SDM di Kota Baubau bisa maju dan berkualitas. Sedikitnya, Pemkot Baubau sudah membentuk sebanyak sepuluh Kampung KB untuk mewujudkan visi tersebut.

“Untuk itu, selain pembinaan, fasilitas juga terus kami penuhi agar SDM masyarakat Baubau ini bisa maju dan berkualitas. Kami juga sangat menginginkan agar Kelurahan Palabusa ini bisa menjadi percontohan bagi yang lain,” ujarnya. (A)

 


Kontributor : Risno Mawandili
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib