iklan zonasultra

Kemendag: Sebulan Jelang Ramadhan Harga Bahan Pokok di Sultra Stabil

Kemendag: Sebulan Jelang Ramadhan Harga Bahan Pokok di Sultra Stabil
SIDAK - Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda (baju putih) bersama Kepala Perwakilan (KPw) BI Sultra Minot Purwahono (ujung kanan) saat melakukan peninjuan harga sembako di Pasar Basah Mandonga, Selasa (17/4/2018). (ILHAM SURAHMIN/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Setelah melakukan kunjungan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) selama dua hari sejak kemarin, Senin (16/4/2018) hingga Selasa (17/4/2018) Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Eskpor Nasional menyatakan harga bahan pokok dalam kondisi stabil dan terjaga.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda mengatakan, hasil kunjungan dirinya bersama Bank Indonesia (BI) Sultra, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sultra, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sultra di pasar retail modern dan dua pasar tradisional menunjukkan harga bahan pokok beras, minyak, gula, telur dan daging terjaga menjelang bulan puasa.

Selain harga, pantau stok ketersedian bahan pokok tersebut juga masih cukup hingga lebaran tahun ini. Arlinda berharap, Pemda setempat bersama stakeholder terkait terus melakukan pemantauan agar harga tersebut tetap terjaga dengan baik.

“Kita harus jaga bersama harga bahan pokok kita, dan paling penting juga jika ada komoditi lain yang tiba-tiba melonjak itu harus diwaspadai penting agar inflasi bisa ditekan,” ungkap Arlinda usai menggelar rakorda dengan pemerintah, Selasa (17/4/2018) di Hotel Horison Kendari.

Kemendag pun mengapresiasi kinerja tim pengendali inflasi daerah yang terus menjaga kenaikan harga bahan pokok. Pasalnya, jika ini tidak menjadi perhatian maka stabilisasi pasar dan pertumbuhan ekonomi Sultra akan terganggu.

Berdasarkan hasil pantauan semua harga bahan pokok ini juga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Misalnya harga beras untuk wilayah Sulawesi seperti beras medium yang ditetapkan Rp 9.450/kg dan premium Rp 12.800/kg.

Kedua pasar tradisional Pasar Basah Mandonga dan Senteral Kota yang dikunjungi Kemendag rata-rata harga beras kualitas medium berada paa harah Rp9.200/kg dan kualitas premium per 5 kg Rp55 rib. Selanjutnya daging sapi segar berada pada harga Rp110 ribu/kg, telur Rp21.500/kg dan gula Rp12.500/kg.

Sementara itu, Kepala Perwakilan (KPw) BI Sultra Minot Purwahono menjelaskan, saat ini tim pengendali inflasi daerah terus melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap komditi pangan yang menjadi patokan naik turunnya harga bahan pokok di Pasar.

Pada bulan maret 2018 mencatat deflasi sebesar 0,37 persen (month to month/mtm). Hal ini disebabkan terjaganya inflasi inti di bulan yang sama sekitar 0,14 persen (mtm) dibanding periode sebelumnya tercatat inflasi berada di angka 0,13 persen (mtm).

Selain itu, penyebab utama deflasi yang terjadi pada Maret adalah adanya penurunan harga pada kelompok bahan makanan dan administered price. Secara spasial, Kota Kendari dan Baubau mencatatkan deflasi masing-masing sebesar 0,08 persen (mtm) dan 1,10 persen (mtm).

Kemudian, kelompok komoditas bahan makanan atau volatile food (VF) mencatatkan deflasi sebesar 1,78 persen (mtm) dan memberikan andil sebesar 0,38 persen (mtm) terhadap deflasi di Sultra. Ini disebabkan adanya penurunan harga komoditas ikan cakalang/sisik sebesar 18,04 persen (mtm) dan ikan layang sebesar 10,23 persen (mtm), serta tomat buah sebesar 13,78 persen (mtm).

“Penurunan harga komoditas VF secara umum disebabkan oleh perbaikan pasokan yang didukung kondusifnya cuaca selama Maret 2018. Penurunan harga yang lebih dalam tertahan oleh inflasi komoditas kacang panjang yang tercatat sebesar 9,68 persen (mtm),” ungkap Minot melalui pers rilis, Selasa (3/4/2018) lalu. (A)

 

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib