Honda

Kena Pukul Saat Aksi, Mahasiswa Datangi Polres Baubau

Kena Pukul Saat Aksi, Mahasiswa Datangi Polres Baubau
Berunding - Mahasiswa bersama anggota Polres Kota Baubau kala berunding di pelataran Polres terkait pemukulan yang dialami massa aksi ketika hendak berdemo di kantor DPRD Kota Baubau, Selasa (1/9/2019). (Risno/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Sekitar seribu lebih mahasiswa mendatangi markas Kepolisian Resort (Polres) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (1/9/2019). Alasannya untuk menuntut pertanggungjawaban oknum polisi yang melakukan pemukulan kepada seorang peserta aksi.

Cerita pemukulan itu terjadi kala ribuan mahasiswa hendak berdomonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Baubau sekitar pukul 11.30 Wita siang tadi.

Saat berdemo di simpang lima Jalan Palagimata, atau jalan menuju DPRD Kota Baubau, mahasiswa diadang oleh kepolisian. Karena itu, tejadi saling dorong antara polisi dan mahasiswa. Tak disangka, ada seorang mahasiswa yang mengatakan telah kena pemukulan.

iklan zonasultra

Baca Juga : IMM Baubau Desak Polisi Tindak Penembak Randi

Demonstran kemudian tidak terima. Mereka menuding pihak kepolisian yang pukul peserta aksi. Kemudian mereka mendatangi markas Polres Kota Baubau.

“Katanya pihak kepolisian itu mengayomi, padahal ternyata di lapangan mereka melakukan provokasi kepada mahasiswa. Bahkan memukuli teman kami dan menggertak massa aksi dengan cara akan ditabrakan mobil,” ujar Zulkifli kordinator massa aksi di depan Polres Kota Baubau.

Kena Pukul Saat Aksi, Mahasiswa Datangi Polres Baubau

Para massa aksi tidak banyak permintaan pada pihak kepolisian. Kata Zulkifli, Kapolres harus meminta maaf kepada mahasiswa.

“Kita tidak akan balik kalau tidak ada minta maaf,” tegasnya.

Desakan mahasiswa di markas Polres ini juga sempat dapat adangan hingga terjadi saling dorong atara polisi dan mahasiswa. Beruntung massa aksi bisa diyakinkan pihak kepolisian bahwa akan ditemui langsung oleh Kapolres AKBP Hadi Winarno.

Hadi kemudian menerima mahasiswa untuk berunding. Tepat di pelataran depan markas Polres, Hadi bersama mahasiswa duduk melingkar di bawah terik matahari untuk bertukar pendapat.

Baca Juga : Dua Mahasiswa Gugur Saat Demo, Pengamat: Polda Sultra Harus Wujudkan Keadilan

Hadi kemudian menjawab segala tudingan mahasiswa yang sebut polisi represif. Dia kemudian menjelaskan maksud mengapa pihak kepolisian mengadang mahasiswa di simpang lima. Menurutnya, Polres Baubau menjalankan tugasnya untuk menertibkan aksi.

“Saat itukan pihak polisi sudah melakukan mediasi dengan ketua DPRD agar menemui massa aksi. Tapi kalau kawan-kawan tidak bersabar kemudian saling pandangan dengan pihak kepolisian gimana ketertiban aksinya,” jelasnya.

Hadi kemudian meminta maaf atas nama Polres Kota Baubau jika ada silang pandangan antara mahasiswa dan pihak keamanan. Dia juga meminta pada para massa aksi agar senantiasa menjernikan pikiran dan hati.

Sebagai mana diketahui, para mahasiswa sendiri hendak melakukan aksi di kantor DPRD Kota Baubai dengan tutuntutan menolak RKUHP dan UU KPK hasil revisi. Mereka juga memperingati hari kesaktian pancasila tepat 1 Oktober 2019. (B)

 


Penulis : M6
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib