iklan zonasultra

Kendala Jaringan, SMPN 21 Kendari Tetap Belajar Tatap Muka

Kendala Jaringan, SMPN 21 Kendari Tetap Belajar Tatap Muka
PEMBELAJARAN - Sejumlah Siswa SMPN 21 Kendari tampak antusias mengikuti proses pembelajaran tatap muka meski di tengah Pandemi Covid-19. (Foto : Jojon/Antara)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – SMP Negeri 21 Kendari tetap menggelar proses pembelajaran tatap muka. Aktivitas belajar di sekolah yang terletak di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari itu dimulai sejak Senin(4/1/2021) lalu.

Kepala SMP Negeri 21 Zamli beralasan, pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 dilakukan karena para siswa sebagian besar terkendala jangkauan jaringan internet. Sebab, rata-rata para siswa berdomisili di pemukiman yang jauh dari pusat kota.

“Di sana itu lokasinya terhalang gunung, belum ada BTS khusus, jadi akses jangkauan internet kurang bagus. Lalu, tidak semua siswa punya handphone macam android,” kata Zamli saat dihubungi melalui telepon, Rabu (13/1/2021).

Dia menambahkan, SMPN 21 Kendari ini salah satu sekolah dengan jumlah siswa sangat sedikit, hanya 22 orang. Kelas VII berjumlah 9 orang, kelas VIII berjumlah 8 orang, dan kelas IX berjumlah 5 orang.

Jadi dengan jumlah siswa yang sedikit dianggap lebih bisa memantau siswa untuk memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Kendati begitu, pihak sekolah tetap harus meminta persetujuan orang tua siswa dan komite sekolah untuk mengizinkan anaknya datang belajar ke sekolah. 22 orang siswa telah menyanggupi hal itu dengan dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangi orang tua siswa itu sendiri.

Bahkan, tutur Zamli, para orang tua siswa senang dan antusias memberikan izin lantaran mereka tidak bisa mengontrol dan mendisiplinkan anak-anaknya untuk belajar saat berada di rumah.

Tak hanya itu, para siswa juga bertempat tinggal di dekat sekolah dan jauh dari interaksi warga yang berada di pusat kota. Sehingga, ucap Zamli, kekhawatiran terpapar virus corona dinilai kecil. Namun, menurut Zamli, yang cukup mengkhawatirkan adalah tenaga pengajar yang sebagian berdomisili di luar atau jauh dari kawasan sekolah, seperti di Kecamatan Abeli, Nambo, Kadia, dan Kabupaten Konawe.

Untuk mengantisipasi itu, pihak sekolah melakukan pembatasan jam belajar dan tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk “keluar main”. Hal itu salah satu langkah taktis untuk mengurangi interaksi antara siswa dan guru.

“Tapi untuk pencegahan kami batasi jam belajar. Biasanya 40 menit setiap satu mata pelajaran kami kurangi jadi 30 menit. Biasanya kami pulang jam 2 siang, sekarang jam 11 siang sudah kami pulang,” pungkas dia.

SMPN 21 Kendari merupakan satu dari 3 sekolah yang diizinkan oleh Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir untuk tetap menggelar proses pembelajaran di masa Pandemi Covid-19. Dua sekolah yang lain SMP Swasta Frater dan SMPN 9 Kendari. (B)

 


Reporter: Fadli Aksar
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib