iklan zonasultra

Kerjasama Pemda Wakatobi dan FK Unhas, Datangkan Dokter Spesialis

Kerjasama Pemda Wakatobi dan FK Unhas, Datangkan Dokter Spesialis
PENANDATANGANAN MoU- Pemda Wakatobi bersama FK Unhas Makassar menandatangani MoU tentang kerjasama di bidang kesehatan dengan mendatangkan dokter spesialis yang akan bertugas di RSUD Wakatobi. (Nova Ely Surya/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi, provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melanjutkan kerjasama di bidang kesehatan dengan Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Hal itu dibuktikan dengan adanya penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemda Wakatobi yang diwakili oleh bupati setempat, Arhawi dengan FK Unhas Makassar pada Jumat (29/6/2018) malam.

Arhawi mengatakan, penadatangan MoU itu merupakan lanjutan kerjasama yang sudah dilakukan sejak tahun 2016-2017 lalu. Dimana saat itu, FK Unhas baru mendatangkan empat dokter spesialis untuk bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Walatobi.

“Sekarang sudah ditambah dua orang lagi. Sehingga sekarang RSUD Wakatobi sudah didukung oleh enam dokter spesialis. Di Puskesmas-puskesmas juga telah kita tempatkan dokter umum dan dokter gigi yang menjadi persyaratan dari sebuah Puskesmas. Ini sudah tersebar di seluruh wilayah kabupaten Wakatobi,” jelas Arhawi.

Dia menjelaskan, saat ini Pemda Wakatobi tengah giat-giatnya berupaya untuk mencukupkan tenaga dokter umum dan dokter spesialis di daerah itu.

“Saran dari pihak Unhas agar mudah-mudahan empat tahun kedepan pendistribusian tenaga dokter spesialis ini tidak lagi diatur dengan waktu. Tetapi ini sudah harus terikat dan mengabdi di daerah nah tentu,” tambahnya.

Sementara itu, ketua KPPS Dokter Spesialis FK Unhas dr. Syafri menyebutkan, sejumlah dokter terdiri dari spesialis bedah, penyakit dalam, kebidanan dan kesehatan anak. Keempatnya merupakan dokter bantuan dari program nasional Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS).

“Nah alhasil setelah ada dokter WKDS ini yang merupakan program nasional, sehingga support dari fakultas kedokteran Unhas saat ini yang kita kerjasamakan sisa dua bidang spesialis yaitu adalah ilmu anestesiologi dan bagian patologi klinik. Nah bagian anestesiologi, kita tahu yang biasa kita sebut sebagai dokter bius. Misalnya dokter bedah dan dokter kandungan bisa bekerja kalau tidak ada dokter anastesinya,” terangnya.

Dikatakannya, kerjasama ini bisa saja dihentikan jika Sumber Daya Manusia (SDM) dokter di kabupaten Wakatobi sudah memadai. Dia berharap, program ini dapat mengasilkan tenaga dokter umum yang berasal dari Wakatobi.

“Kalau bisa ada putra-putri Wakatoni yang dikirim ke FK Unhas untuk menjalani pendidikan spesialis, kemudian dikembalikan lagi kesini nantinya. Setelah itu, mungkin tenaga dari FK Unhas tidak ada lagi,” jelasnya saat diwawancarai di rumah jabatan (Rujab) Bupati Wakatobi, Kecamatan Wangiwangi.

Dia juga menjelaskan, kerjasama ini selalu diperbaharui setiap tahunnya. Dengan harapan, selama empat tahun kedepan, SDM dokter di Wakatobi sudah disiapkan untuk pendidikan spesialis.

“Cuma WKDS ini memang cuma satu tahun, setelah satu tahun ini kita harapkan nantinya bisa dibicarakan lagi bagaimana jalan keluarnya. Karena empat spesialis ini akan berakhir di satu tahun, setelah mereka di sini. Apakah nanti disambung dengan program Kemenkes ataukah nantinya ada bantuan lagi dari Makassar,” tandasnya. (B)

 


Reporter : Nova Ely Surya
Editor: Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib