iklan zonasultra

Kibar Sultra Minta Calon Wawali Kendari bukan dari Keluarga Koruptor

Ilustrasi Wakil Walikota
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kibar Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra) merespon dinamika polemik pengsulan calon Wakil Wali Kota (Wawali) Kendari. Sebagai organisasi masyarakat (ormas) yang konsen terhadap pemberantasan korupsi, mereka mengingatkan agar Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengusulkan nama pendampingnya yang bukan berasal dari keluarga koruptor.

Sekretaris DPW Kibar Indonesia Sultra Hasman mengatakan, pihaknya mengingatkan agar Wali Kota Kendari tidak gegabah dan berhati-hati dalam pengusulan wawali tersebut. Menurutnya, figur yang diusulkan harus terbebas masalah korupsi.

“Kami berharap agar figur yang diusulkan benar-benar bebas dan bukan dari keluarga atau kroni koruptor. Karena hal tersebut dapat mencederai semangat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di daerah ini,” tegas Hasman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/5/2019) kemarin.

iklan zonasultra

Baca Juga : Sekjen Kemendagri : Tarik Ulur Wawali Kota Kendari Hal yang Wajar

Menindaklajuti desakan itu, Kibar juga berencana akan menyampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui bidang pencegahan, agar memberikan respon atas masalah ini untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Sementara itu, Ketua DPW Kibar Sultra Maoliddin menyatakan, munculnya isu melalui desakan yang menggunakan presure massa, wajib menjadi catatan akan adanya upaya untuk merebut kekuasaan yang terkesan dipaksakan.

Bagi dia, pengangkatan Wawali belum menjadi hal yang paling urgen dalam pengelolaan pemerintahan Kota Kendari saat ini. Menurutnya, proses pengusulan calin Wawali harus melalui proses ideal dengan memperharikan etika dan norma politik.

Baca Juga : Ali Mazi Sebut Penetapan Wawali Kendari Belum Terlalu Mendesak

“Gejolak yang muncul atas desakan pengusulan Wawali Kendari justru memperkeruh suasana kepemimpinan kota saat ini. Situasi tersebut secara langsung memecah konsentrasi dalam menata pemerintahan yang baik (good goverment) setelah wali kota sebelumnya tarsandung kasus korupsi,” tambahnya.

Maoliidin menyarankan semua pihak untuk menahan diri, karena yang paling paham atas kebutuhan wakil wali kota adalah wali kota itu sendiri. Sehingga lebih ideal bila menunggu proses yang diyakini akan melahirkan figur terbaik daerah sebagai pendamping wali kota untuk menahkodai Kota Kendari dalam sisa masa jabatan saat ini.

Baca Juga : PKS Akhirnya Buka Pendaftaran Calon Wakil Wali Kota Kendari

“Kami juga tentunya berharap kepada semua pihak untuk cerdas dalam manentukan sikap dan tidak tergiring oleh opini yang betpotensi memecah-belah keamanan dan ketentraman. Kita harus menyadari bahwa hanya dengan sikap kedewasaan yang akan membawa suasana rukun dalam keberagaman kita sebagai warga Kota Kendari,” tandasnya. (B)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Abdul Saban

1 KOMENTAR

  1. Maoliddin, kalau ko mau protes di kantor dewan, bukan sama walikota sulkarnain, dia lagi pusing juga itu urus temannya di PKS mau dipenjara kasus pemilu

Tinggalkan Balasan ke SULeman Batal balasan

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib