iklan zonasultra

Koltim Diselumuti Asap, BMKG Prediksi Hujan Akan Turun

Koltim Kembali Diselimuti Asap, Titik Api Susah Ditembus
MANGGALA AGNI- Tim Manggala Agni saat melakukan pengecekkan lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Weamo Kecamatan Lalolae dan Desa Talodo, Kecamatan Tinondo, Senin (25/11/2019). (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Lalolae Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) semakin menyebar hingga kawasan ibukota Tirawuta.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Adi Istiyono menyebutkan hujan diprediksi akan turun di Kabupaten Koltim hari ini, Selasa (26/11/2019).

“Diprediksi sore dan malam hari hujan,” katanya melalui pesan WhatsApp.

iklan zonasultra

Intensitasnya diperkirkan ringan dan tergolong hujan lokal. Sementara itu arah angin dominan bertiup dari timur ke selatan.

Suhu maksimum udara setempat mecapai 35 derajat dan minimum 23 derajat. Pada alat pemantau peta sebaran titik panas BMKG, wilayah Koltim masuk dalam kawasan zona merah.

(Baca Juga : Kabut Asap Mengepung Ibukota Koltim)

Pantaun zonasultra di lokasi, kabut asap selain menyengat di hidung juga sangat perih di mata. Wilayah yang paling merasakan kabut asap adalah Desa Lalingato, Simbune, Poni-poniki, dan Kelurahan Rate-rate.

Kabut Asap Mengepung Ibukota Koltim
Kabut asap merembet sampai di Kompleks perkantoran Koltim

Di desa Lalingato misalnya, kabut asap juga sampai ke kompleks perkantoran. Jarak pandang akibat ketebalan asap di wilayah ini hanya mencapai 20 meter saja.

Sejumlah pegawai yang datang berkantor tampak mengenakan masker demi keamanan.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Manggala Agni Daops Tinanggea, Yanuar Panca Kesuma mengatakan pihaknya menerima laporan dari PT Sari Asri Rezeki Indonesia perihal kejadian tersebut pada hari Minggu (24/11/2019) kemarin. Hari ini, Senin (25/11/2019), Manggala Agni menurukan tim satu regu beserta sarana prasarana pemadam api.

(Baca Juga : Koltim Kembali Diselimuti Asap, Titik Api Susah Ditembus)

Sayangnya tim Manggala belum bisa menembus tebalnya kabut asap menuju titik api. Yanuar mengaku, baru kali ini mendapatkan kebakaran hutan dan lahan yang membuat timnya tidak dapat tembus ke titik api.

“Artinya ini sudah parah sekali, baru kali tim tidak bisa tembus pasang mesin. Biasanya kalau tim turun dalam hitungan jam sudah bisa tembus,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2019, pihkanya mencatat sudah ribuan lahan terbakar di Koltim.(b)

 


Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Abd Saban
Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib