Koltim Menuju Smart City

Koltim Menuju Smart City

ZONASULTRA.COM, TIRAWUTA – Di era digital, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tak mau ketinggalan. Pemerintah Koltim terus melakukan terobosan dalam rangka meningkatkan tata kelola pemerintahan yang kredibel,fleksibel dan akuntabel.

Tahun 2019 ini, Pemda kembali melanjutkan programnya yang berbasis elektronika. Di mana, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Koltim akan mendapatkan fasilitas berbasis elektronika. Sistem ini diharapkan akan menjadikan Koltim sebagai smart city (kota pintar).

“Dengan sistem ini maka bisa lebih ekfektif dan efesien dalam menjaga transparansi tata kelolah pemerintahan di Koltim, “ungkap Kepala Dinas (Kadis)
KomunikasI Informatika dan Persandian Koltim, Idarwati di ruang kerjanya, Selasa (15/1/2019).

Dikatakan, program berbasis elektronik tersebut dimulai tahun 2018. Pemda menganggarkan pengadaan fiber optik di seluruh OPD.

“Sekarang kami tinggal menunggu untuk memasukan bandwidth. Kita harapkan di bulan Februari ini internet sudah terintegrasi ke semua OPD. Nah ini, bagaimana tata kelolah pemerintahan berbasis elektronik mulai dari perencanaan sampai pada anggaran dapat terdata dan terintegrasi ke pusat data yang ada di Kominfo,”katanya.

Patrol kinerja ini semakin mengefisienkan penggunaan anggaran dan kinerja di pemerintahan Koltim. Paling tidak, potensi korupsi di kalangan birokrasi bisa diminimalisir sedini mungkin. Perancangan anggaran pun akan lebih efektif sehingga bisa digunakan pada pembangunan infrastruktur lainnya, serta kegiatan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

” Anggaran yang biasanya berbeda di suatu instansi misalnya pengadaan kertas maka dengan adanya sistem ini, semuanya bisa bersinergik. Jadi tidak ada lagi anggaran yg terlalu tinggi dari satu OPD.Nah, bapak Bupati harapkan supaya perencanaan dari OPD betul-betul bisa efesien,”tutur Idarwati.

Hal utama juga dari terobosan Bupati Koltim, Tony Herbiansyah ini adalah mengontrol perangkat kerjanya dalam menyikapi dan melaksanakan tugas. Semua, aktivitas satuan kerja akan terpantau di ruangan bupati dan wakil bupati. “Misalnya ada permasalahan jembatan yang rusak di daerah Koltim,mungkin akibat pengaruh hujan, kita tinggal masukan datanya dan itu langsung diliat pak Bupati. Dengan sistem ini semua kegiatan di Koltim dapat terpantau,” terangnya.

Kedepan, lanjut Idarwati, program ini akan merembet sampai ke kecamatan kecamatan. Setiap kecamatan akan dibentuk kelompok informasi dan komunikasi. Tujuannya, agar masyarakat juga dapat menerima informasi melalui jaringan pemda.

“Jadi masyarakat nanti bisa membuka situs pemda.Nanti juga ada pusat pengaduan, sehingga ketika ada pengaduan seperti jembatan rusak, kami bisa segera teruskan ke dinas terkait. Masyarakat pula bisa memperoleh pembelajaran dari situs tersebut misalnya bagaimana cara bercocok tanam padi, kakao. Bagaimana cara meningkatkan produksi tanaman petani, dan lain sebagainya,” tutup Idarwati.

Di sejumlah OPD Koltim kini juga sudah dipasangi absensi fingerprint (sidik jari) dan kamera Closed Circuit Television (CCTV). (b)

 


Kontributor : Samrul
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib