iklan zonasultra

Konflik PAN, Begini Tanggapan Partai Pengusung Asrun-Hugua

Yaudu Salam Ajo
Yaudu Salam Ajo

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Wakil Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Yaudu Salam Ajo menilai konflik di internal PAN saat ini akan berpengaruh pada koalisi partai pengusung paslon gubernur Asrun-Hugua.

Ketua Komisi IV DPRD Sultra ini menganggap mundurnya beberapa pimpinan partai PAN di beberapa daerah, khususnya kepulauan, menjadi tantangan baru bagi koalisi partai pengusung paslon Asrun-Hugua.

“Dengan adanya goncangan di PAN ini tentunya akan berpengaruh bagi partai koalisi. Dengan mundurnya beberapa pimpinan partai di koalisi ini harus disadari bahwa ini adalah tantangan baru,” kata Yaudu Salam saat ditemui di Kantor DPRD Sultra, Senin (26/2/2018).

(Berita Terkait : Tak Lagi Jadi Partai Reformis, Alasan Arhawi Mundur dari PAN)

Lanjutnya, konflik di internal PAN harus mendapat perhatian penuh bagi koalisi partai pengusung paslon Asrun-Hugua. Pasalnya, adanya konflik tersebut dinilai mengganggu proses kerja tim untuk mendulang suara di masyarakat, khususnya di daerah kepulauan Sultra.

“Kalau khususnya di internal kita PKS insyaallah tetap solid. Saya berharap partai pimpinan koalisi (PAN) ini juga bisa tetap solid. Karena sekali lagi, dia adalah partai pimpinan koalisi,” terang Yaudu Salam.

Berbeda dengan perwakilan dari PKS, Bendahara Partai Hanura sekaligus Anggota Komisi IV DPRD Sultra Nirna Lachmuddin menganggap konflik di PAN adalah hal yang biasa dalam dunia politik.

(Berita Terkait : Rajiun Tumada Resmi Dipecat dari Ketua DPD PAN Mubar)

Menurutnya, perpecahan yang ada di tubuh partai berlambang matahari itu tidak akan mengganggu soliditas partai pengusung paslon Asrun-Hugua.

“Saya kira tidak ada pengaruhnya dengan koalisi partai. Saya nda tau kalau partai lain. Tapi saya anggap tidak akan berpengaruh ya,” kata Nirna.

Dalam pilgub kali ini pasangan nomor urut dua Asrun-Hugua diusung PAN sembilan kursi, PDIP lima kursi, PKS lima kursi, Gerindra empat kursi dan Hanura tiga kursi, total 26 kursi. (B)

 


Reporter: Lukman Budianto
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib